Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Kronologi Guru AS Dipecat Usai Langkahi Siswa Salat dan Cap Penyihir
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kronologi Guru AS Dipecat Usai Langkahi Siswa Salat dan Cap Penyihir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang guru di Florida, Amerika Serikat, menjadi bahan hujatan netizen setelah video viral di media sosial memperlihatkan dirinya mengusik sejumlah murid yang sedang salat di sebuah ruang sekolah. Insiden itu terjadi di sekolah publik Franklin Academy baru-baru ini. Dalam video tersebut terlihat dua siswa laki-laki tengah melaksanakan salat berjamah di sebuah ruangan sekolah.
Ruangan itu diyakini merupakan ruangan sang guru. Tiba-tiba guru tersebut datang dan berteriak: "Kenapa mereka ada di ruangan saya? Siapa yang menyuruh mereka datang ke sini? Guru yang mana?"
Seakan tak terima, guru perempuan itu mengganggu bahkan sampai hampir menginjak tangan salah satu muridnya yang sedang sujud.
"Ini kantor saya, dan kalian melakukan semua sihir itu?" ujar guru perempuan itu dalam video yang viral di TikTok itu, Rabu (13/12).
"Saya tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Saya percaya kepada Yesus jadi saya akan berjalan saja di lantai ini."
Tak diketahui alasan para murid itu salat di ruang guru perempuan tersebut. Tidak ada keterangan pula soal mereka sudah mendapat izin menggunakan ruangan itu atau belum.
Pihak sekolah pun mengonfirmasi insiden itu dan menyatakan sudah memecat guru tersebut. Franklin Academy menegaskan tidak bisa menoleransi perilaku diskriminatif dalam bentuk apa pun.
"Meskipun kami tidak mengurus masalah personal, kami dapat menyampaikan bahwa guru yang bersangkutan bukan lagi anggota staf Franklin Academy," demikian pernyataan sekolah yang dikutip NBC.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Florida, Abdullah Jaber, menilai insiden itu merupakan pelajaran betapa penting staf sekolah memiliki kesadaran beragama.
"Sangat penting bagi pengelola dan staf sekolah untuk mengetahui praktik-praktik dasar keyakinan dalam melayani siswa yang menjalankan keyakinan mereka, dalam hal ini umat Islam," kata Jaber.
Di Florida sendiri, diskriminasi terhadap warga Muslim memang kerap terjadi. Pada 2022, CAIR-Florida mencatat peningkatan tajam terkait intimidasi dan diskriminasi anti-Muslim di sekolah.
Survei Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) juga mengungkapkan sekitar 48 persen keluarga Muslim mengaku memiliki anak yang "menghadapi intimidasi berbasis agama" di sekolah tahun ini.
"Seperlima keluarga Muslim melaporkan bahwa intimidasi terjadi hampir setiap hari," demikian bunyi laporan ISPU.
Menurut ISPU, orang tua Muslim mengaku anak-anak mereka diintimidasi siswa dan orang dewasa karena keyakinan mereka.
Sebanyak 64 persen dari mereka mengatakan intimidasi dilakukan siswa lain, sedangkan 42 persen lainnya mengaku diskriminasi berasal dari guru maupun pejabat sekolah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar