Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Kronologi Guru AS Dipecat Usai Langkahi Siswa Salat dan Cap Penyihir
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kronologi Guru AS Dipecat Usai Langkahi Siswa Salat dan Cap Penyihir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang guru di Florida, Amerika Serikat, menjadi bahan hujatan netizen setelah video viral di media sosial memperlihatkan dirinya mengusik sejumlah murid yang sedang salat di sebuah ruang sekolah. Insiden itu terjadi di sekolah publik Franklin Academy baru-baru ini. Dalam video tersebut terlihat dua siswa laki-laki tengah melaksanakan salat berjamah di sebuah ruangan sekolah.
Ruangan itu diyakini merupakan ruangan sang guru. Tiba-tiba guru tersebut datang dan berteriak: "Kenapa mereka ada di ruangan saya? Siapa yang menyuruh mereka datang ke sini? Guru yang mana?"
Seakan tak terima, guru perempuan itu mengganggu bahkan sampai hampir menginjak tangan salah satu muridnya yang sedang sujud.
"Ini kantor saya, dan kalian melakukan semua sihir itu?" ujar guru perempuan itu dalam video yang viral di TikTok itu, Rabu (13/12).
"Saya tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Saya percaya kepada Yesus jadi saya akan berjalan saja di lantai ini."
Tak diketahui alasan para murid itu salat di ruang guru perempuan tersebut. Tidak ada keterangan pula soal mereka sudah mendapat izin menggunakan ruangan itu atau belum.
Pihak sekolah pun mengonfirmasi insiden itu dan menyatakan sudah memecat guru tersebut. Franklin Academy menegaskan tidak bisa menoleransi perilaku diskriminatif dalam bentuk apa pun.
"Meskipun kami tidak mengurus masalah personal, kami dapat menyampaikan bahwa guru yang bersangkutan bukan lagi anggota staf Franklin Academy," demikian pernyataan sekolah yang dikutip NBC.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Florida, Abdullah Jaber, menilai insiden itu merupakan pelajaran betapa penting staf sekolah memiliki kesadaran beragama.
"Sangat penting bagi pengelola dan staf sekolah untuk mengetahui praktik-praktik dasar keyakinan dalam melayani siswa yang menjalankan keyakinan mereka, dalam hal ini umat Islam," kata Jaber.
Di Florida sendiri, diskriminasi terhadap warga Muslim memang kerap terjadi. Pada 2022, CAIR-Florida mencatat peningkatan tajam terkait intimidasi dan diskriminasi anti-Muslim di sekolah.
Survei Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) juga mengungkapkan sekitar 48 persen keluarga Muslim mengaku memiliki anak yang "menghadapi intimidasi berbasis agama" di sekolah tahun ini.
"Seperlima keluarga Muslim melaporkan bahwa intimidasi terjadi hampir setiap hari," demikian bunyi laporan ISPU.
Menurut ISPU, orang tua Muslim mengaku anak-anak mereka diintimidasi siswa dan orang dewasa karena keyakinan mereka.
Sebanyak 64 persen dari mereka mengatakan intimidasi dilakukan siswa lain, sedangkan 42 persen lainnya mengaku diskriminasi berasal dari guru maupun pejabat sekolah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4504 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1953 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun