Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Proyek Kereta Gantung di Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Dimulai, Puluhan Pemuda Protes
beritabali/ist/Proyek Kereta Gantung di Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Dimulai, Puluhan Pemuda Protes.
BERITABALI.COM, NTB.
Proyek pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani resmi dimulai. Berjalannya proyek tersebut ditandai dengan acara Groundbreaking Ceremony Kereta Gantung Taman Hutan Rinjani di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (18/12).
Perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut adalah PT Indonesia Lombok Resort. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun atau 2025 mendatang.
Proyek tersebut diklaim menelan dana sebesar Rp2,2 triliun dan dikerjakan di luar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), sehingga diklaim tidak merusak alam
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap SDM lokal mampu mengambil peran aktif saat proyek tersebut rampung.
“Semoga masih ada waktu untuk mempersiapkan SDM lokal sehingga mampu berperan aktif dan tak jadi penonton,” katanya.
Soal penolakan dari aktivis lingkungan, Zulkieflimansyah mengatakan hal itu karena kurang sosialisasi, sehingga ke depan akan digelar sosialisasi bahwa kereta gantung tersebut tidak merusak kawasan di Gunung Rinjani.
Dikatakan, keindahan Gunung Rinjani menjadi hak semua orang untuk bisa menikmatinya, khusus bagi yang tidak bisa mendaki.
“Insya Allah pembangunan kereta gantung ini akan memungkinkan keindahan alam kita akan terlihat dari atas bagi yang tidak kuat mendaki,” ujarnya.
Sementara itu puluhan pemuda Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan kereta gantung di kaki Gunung Rinjani. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor desa setempat dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Tolak Kereta Gantung, Perbaiki Jalan Sintung”. Dalam aksi itu, massa juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi, Dani Nauval mengatakan pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi pembangunan Loteng bagian utara akan berefek terhadap masyarakat.
“Sekarang akan ada peletakan batu pertama pembangunan kereta gantung, maka kami meminta pemerintah perhatikan masyarakat juga,” katanya, Sabtu (17/12) seusai aksi.
Ia menilai, pembangunan kereta gantung ini juga akan mengganggu kelestarian lingkungan dan mengganggu habitat satwa yang ada di dalam hutan sekitar Desa Karang Sidemen.
“Pada akhirnya nanti akan ada pembangunan yang lain, bukan hanya kereta gantung. Kami pemuda dengan tegas menolak pembangunan kereta gantung,” tegasnya.
Baca juga:
Kereta Gantung Putus Tewaskan 14 Orang
Pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan pemerhati lingkungan bahwa mereka keberatan jika proyek tersebut diteruskan.
“Kami keberatan dengan amdal dan atau efek lingkungan yang akan mengganggu, dan berakibat dari pembangunan kereta gantung ini,” ujarnya.
Di sisi lain, dengan adanya pembangunan megah yang diketahui nilai investasi sampai triliunan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan fasilitas jalan yang ada di Desa Karang Sidemen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang