Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Polisi Cek Barang-barang Bawaan Tahanan di Rutan Polresta Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna mastikan tidak adanya barang terlarang atau barang berbahaya, anggota Propam dan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polresta Denpasar melaksanakan pengawasan dan pengecekan, pada Selasa 10 Januari 2023 pagi.
Selain mengecek kamar tahanan, petugas kepolisian juga mengecek barang bawaan para pembesuk. Dari pengecekan itu tidak ditemukan adanya barang terlarang dan barang berbahaya.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh Kasi Propam Iptu I Gede Winarta didampingi Kasat Tahti AKP I Nyoman Gunadi. Terdata, jumlah tahanan di rutan Polresta sebanyak 170 orang terdiri dari tahanan reskrim, narkoba, lantas, titipan Jaksa dan titipan KPK.
Dijelaskan AKP Gunadi, jam besuk tahanan di Polresta berlangsung setiap hari, yakni pada Selasa dan Kamis dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WITA.
Sesuai dengan arahan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si, agar petugas jaga tahanan selalu waspada dan sigap melihat situasi tahanan dan di cek secara periodik dan berkelanjutan.
“Pengawasan dan pengecekan ini kami laksanakan secara rutin setiap jam besuk untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam rutan,” terangnya.
Ditegaskan AKP Gunadi, petugas harus melaksanakan pengecekan secara bergilir untuk memastikan kondisi tahanan. Diharapkan selalu mengingatkan para tahanan untuk selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga dan memberikan waktu mereka untuk beribadah.
"Jika ada permasalahan agar sampaikan kepada petugas jaga tahanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” timpal Iptu Gede Winarta.
Menurutnya, ada beberapa barang yang tidak diperbolehkan berada dalam ruang tahanan. Seperti celana panjang, sarung sembahyang. Apabila tahanan yang beragama Islam usai melakukan sholat, sarung akan dikembalikan ke loker masing masing dan dalam pengawasan petugas jaga tahanan.
Begitu juga bagi tahanan yang beragama Hindu usai melakukan persembahyangan juga diawasi terhadap sisa dupa yang dipakai agar dipastikan sudah mati.
"Saat ini tahanan berjenis kelamin laki-Laki sejumlah 152 orang sedangkan perempuan sejumlah 18 orang. Semua dalam keadaan sehat, ungkapnya.
Ditambahkannya, sepanjang pemeriksaan tidak ditemukan barang terlarang dan berbahaya yang masuk sedangkan kondisi ruang tahanan sepert terali besi pada lubang ventilasi masih utuh dan aman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun