Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Kemunculan Pulau Baru Usai Gempa Hebat di Tanimbar Maluku
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah pulau muncul di permukaan air di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, usai peringatan tsunami dan gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah setempat pada Selasa (10/1) dini hari.
Kepala Desa Teinaman Kecamatan Tanimbar Utara Bony Kelmaskosu mengatakan fenomena kemunculan pulau itu membuat masyarakat Desa Teineman panik dan takut. Mereka pun diminta mengungsi untuk sementara waktu.
"Temuan di Desa Teinaman Kecamatan Tanimbar Utara, gempa berkekuatan magnitudo lebih dari 7 mengakibatkan munculnya tumpukan material sehingga membentuk pulau," kata Bony dikutip dari Antara.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Ambon Luthfy Pary menyebut dirinya belum bisa menjelaskan lebih jauh soal fenomena pulau yang muncul di Desa Teineman.
Luthfy mengatakan perlu pengkajian yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab fenomena itu. Namun ada fenomena yang mirip dengan temuan di Yanimar yakni dikenal dengan nama 'mud volcano'.
"Informasi yang kami peroleh belum lengkap apakah fenomena itu memang murni diakibatkan oleh dampak ikutan akibat gempa atau bukan, sejauh ini kami belum mendapatkan informasi yang akurat," ujar Luthfy.
Selain fenomena kemunculan pulau baru, gelombang tsunami kecil juga terjadi di perairan Maluku usai gempa. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gelombang tsunami yang muncul tergolong kecil yakni dengan ketinggian 7-10 centimeter.
"Hasil analisis kita, ada tsunami sangat kecil dalam tanda kutip, hanya 7 centimeter setelah terjadi gempa ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di kanal YouTube BNPB.
Abdul mengatakan gelombang tsunami itu muncul di perairan sekitar Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Menurut Abdul, gempa yang terjadi sebetulnya tidak memenuhi syarat untuk menimbulkan gelombang tsunami. Menurutnya, karakteristik tsunami kecil yang terjadi cenderung berbeda dibanding biasanya.
"Meskipun kita lihat ada indikasi gelombang tsunami dengan periode karakteristik berbeda dengan gelombang biasa," ujarnya.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah Maluku pada Selasa pukul 02.47 waktu setempat. Sebanyak 15 rumah warga di Kepulauan Tanimbar mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Pusat gempa bermagnitudo 7,5 pada Selasa (10/1) pukul 00.47 WIB tersebut, terletak pada koordinat 7,37 LS dan 130,23 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 km arah Barat Laut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun