Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Rumah Dinas Kapolda Papua Terbakar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rumah dinas Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri yang terletak di Distrik Jayapura Utara, Jayapura, ludes terbakar, pada Selasa (17/1) pagi.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Prabowo mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.45 WIT. Kebakaran tersebut, kata dia, berasal dari bagian kiri belakang rumah Kapolda Papua.
Ignatius mengatakan terdapat asap tebal dan juga terdengar suara ledakan dari dalam kediaman yang diduga titik awal kebakaran tersebut.
"Saksi dan rekan lainnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil meminta bantuan dan melaporkan kejadian tersebut ke Piket Mapolda Papua," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Ignatius menyebut sebanyak tiga unit armada damkar dikerahkan untuk membantu memadamkan api tersebut. Ia mengatakan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIT.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Akan tetapi seluruh rumah dinas Kapolda Papua dilaporkan ludes terbakar si jago merah.
"Saat ini Kepolisian telah memasang garis polisi pada lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa saat kebakaran dan masih didalami sebab-sebab terjadinya kebakaran," tuturnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1961 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun