Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Fenomena Wisman India Banyak Menikah di Bali, Ini Kata Menparekraf Sandi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan saat ini banyak wisatawan mancanegara (wisman) India yang menikah di Bali.
Menparekraf pun menjelaskan alasan banyaknya turis India yang menikah di Bali. Menurut Sandiaga Uno, menikah di Bali jauh lebih ekonomis ketimbang menggelar pesta pernikahan di India.
"Ini karena wedding India kan gede-gede banget kalau bikin di Delhi, jadi mending di Bali yang jauh lebih ekonomis," kata Sandiaga pada acara Indonesia Tourism Outlook 2023 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta , Rabu (18/1/2022).
Maka tak heran jika tingkat kunjungan wisman India ke Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2022. Sandiaga menyebut India masuk dalam 5 besar negara asal wisman yang datang ke Indonesia tahun lalu selain Australia, Singapura, Malaysia dan Amerika Serikat.
"Wisman dari India masuk top 5," kata dia.
Padahal, untuk datang ke Indonesia dari India belum ada penerbangan langsung. Artinya wisman harus transit di negara lain untuk sampai di Indonesia, khususnya Bali.
"Ini tanpa penerbangan langsung dan ternyata favoritnya India ini wedding di Bali," pungkas Sandiaga Uno. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun