Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Sajian Kue Khas Imlek, Resep Bikin Bakpao yang Halus dan Empuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bakpao merupakan salah satu roti kukus khas Tionghoa. Biasanya, bakpao memiliki isian kacang hijau, kacang merah, daging ayam, daging sapi, dan lainnya.
Menilik asal kata Bakpao, ternyata berasal dari Bahasa Hokkian. Pao artinya bungkusan dan bak artinya daging. Jadi bakpao berarti bungkusan berisi daging. Tergantung selera ada kacang tanah, kacang hijau, coklat, dan isian daging.
Suhendro (28) tahun yang tinggal di Jalan Sandat Kelurahan Bale Baler Agung, Kecamatan Negara mengatakan dalam menyambut perayaan Tahun Baru Cina, warga Tionghoa di Kabupaten Jembrana selain menyajikan bakpao juga memburu kue lain sebagai panganan khas imlek.
Hal ini dilakukan sebagai ungkapan harapan lebih baik lagi di tahun yang baru. Salah satu kenikmatan bakpao adalah ada beberapa varian cita rasa diantaranya daging ayam cincang, coklat, kacang hijau, kacang tanah dan kelapa.
"Untuk proses pembuatannya menggunakan tepung terigu, gula pasir, garam, air mineral, ragi kue, baking powder, dan mentega yang dicairkan. Bahan diaduk menjadi satu, lalu di masukan dalam mixer hingga mengkalis. Ini butuh proses 15 menit sampai benar-benar kenyal. Kemudian adonan yang kalis diangkat dan dipotong-potong," tuturnya.
Untuk tampilan yang lebih cantik, ia menggunakan pewarna pengolah bakpao. Untuk rasa coklat warna coklat, kacang hijau berwarna hijau, rasa kelapa dengan warna kuning, sedangkan ayam tanpa warna dengan ukuran sedikit jumbo. Untuk takaran isi bakpao biasanya sebanyak 34 gram dan untuk ayam ukuran 36 gram. Dalam sehari, ia bisa mengerjakan 10 kg hingga 12 kg atau mencapai 200 bakpao.
"Apalagi saat tahun baru ini pesanan bisa melebihi, berkah tahun baru Imlek bagi pembuat olahan kue bakpao. Ia membuka stand di Jalan Udayana di utara Batalion 741. Selain itu, pesanan bisa lewat online. Usaha rumahan ini sudah saya lakoni awalnya dari hanya mengerjakan tahu khas Tionghoa atau disebut tahu halus," ungkapnya
Ia menuturkan sejak 5 tahun lalu kini ia lebih fokus dalam menjual bakpao yang dinilai hasilnya lumayan yakni bisa mencapai 1 juta rupiah dengan modal awal 600 ribu rupiah. Jumlah itu belum termasuk jika harga ayam dan coklat naik yang menambah pengeluaran. Untuk alat peralatan masak, ia membelinya secara menyicil sedikit demi sedikit agar bisa menghasilkan bakpao yang empuk dan gurih.
"Pelanggan dari pegawai, pengusaha kuliner, mahasiswa dan juga keluarga. Memang tidak diragukan lagi bakpao khas yang lembut dan empuk ini terkenal di Jembrana. Harga bakpao dari harga 3 ribu sampai 6 ribu rupiah," ujarnya.
Sementara, pelanggan setia bakpao Natalia tinggal di LC Kelurahan Dauhwaru mengaku bakpao buatan Hendro selain dibutuhkan juga dalam perayaan tahun baru Imlek juga sebagai perlengkapan sembahyangan di Kongco.
Dengan harga terjangkau, bakpao Hendro ini tergolong ramah di kantong dan bisa disimpan juga di kulkas untuk disimpan. Saat akan dimakan tinggal dikukus sebentar lantas siap disantap.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 436 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun