Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Rusia Pakai Kapal Rudal Hipersonik Latihan Bareng Cina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di tengah peningkatan ketegangan, Rusia dilaporkan bakal memakai kapal bersenjata bersenjata rudal hipersonik dalam latihan militer bersama Cina dan Afrika Selatan. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan kapal fregat Admiral Gorshkov itu akan digunakan dalam latihan angkatan laut bersama Cina dan Afsel pada pekan depan.
CNN melaporkan bahwa sebagai pemanasan menjelang proyek bersama itu, kapal tersebut sudah dipakai untuk latihan militer Rusia di Samudra Atlantik pada Rabu (25/1).
Kapten kapal itu, Igor Krokhmal, mengatakan mereka latihan "melancarkan serangan rudal terhadap musuh dengan target di daratan."
Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan dalam latihan itu, pasukan melakukan uji coba "peluncuran elektronik" atau simulasi virtual rudal hipersonik yang dibawa kapal itu, Zircon.
Namun, pernyataan yang dikutip Reuters itu tak menjabarkan lebih lanjut terkait metode uji coba itu. Mereka tak merinci kapal fregat Admiral Gorshkov itu benar-benar menembakkan rudal atau tidak.
Latihan ini langsung menyedot perhatian banyak pihak, tak terkecuali Amerika Serikat. Belakangan, Negeri Paman Sam memang selalu menyuarakan kekhawatiran jika negara lain menggelar latihan militer dengan Rusia.
"[Kami] khawatir terkait negara mana pun yang latihan dengan Rusia, sementara Rusia memicu perang brutal melawan Ukraina," demikian pernyataan Gedung Putih.
Pernyataan itu langsung disambar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan Menlu Afsel, Naledi, Pandor, yang memang sedang mengadakan pertemuan.
Pandor menegaskan semua negara berhak melakukan latihan militer "dengan rekan-rekannya di seluruh dunia."
"Tak boleh ada pengecualian terhadap negara mana pun mengenai mereka harus latihan bersama rekan mana. Ini merupakan bagian dari hubungan natural antar-negara," ucap Pandor.
Sementara itu, Cina belum merilis pernyataan resmi terkait latihan ini. Pernyataan Cina akan menjadi perhatian khusus karena selama ini, AS selalu memperingatkan Negeri Tirai Bambu agar tak memberikan bantuan ke Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun