Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
4.000 Desa Wisata Ditarget Ikuti ADWI 2023
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dengan menargetkan 4.000 desa wisata yang mendaftar.
ADWI telah memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat daerah, berkat dukungan dari berbagai Kementerian/ Lembaga, serta mendapat perhatian dari Presiden Jokowi.
"ADWI ini menjadi fenomena bahkan Presiden Joko Widodo menanyakan berkali-kali bagaimana perkembangan desa wisata dan beliau ingin mengunjungi langsung salah satu desa wisata," ungkap Sandiaga Uno dalam The Weekly Brief With Sandi Uno yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin, 30 Januari 2023.
Menparekraf Sandiaga mengatakan, program ADWI 2023 mengangkat tema “Pariwisata Berkelas Dunia Untuk Indonesia Bangkit (World Class Tourism)”. Anugerah Desa Wisata Indonesia sendiri sudah masuk tahun ketiga dan ini merupakan salah satu program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf.
"Program ADWI 2021-2022 telah memberikan capaian jumlah pendaftar desa wisata yang melebihi target yaitu sebanyak 1.831 di tahun 2021 dan 3.419 desa wisata di tahun 2022," ucap Sandiaga.
"Di tahun ini kita tidak pasang target muluk-muluk pendaftar bisa meningkat drastis, kita targetkan ada 4.000 desa wisata yang mendaftar," lanjutnya.
Salah satu tujuan diselenggarakannya ADWI, selain mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), juga menciptakan kesadaran wisata dari berbagai pelaku usaha dan industri pariwisata ekonomi kreatif.
"Selama pandemi, jumlah kunjungan wisnus ke desa wisata naik mencapai 30 persen, hal itu juga sejalan dengan visi Indonesia sebagai tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing global, dan berkelanjutan," jelas Sandiaga.
Sesuai RPJMN 2020-2024, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata dan 71.381 desa digital, tersertifikasi sebagai desa wisata mandiri pada 2024.
Desa wisata punya peranan penting di berbagai aspek, salah satunya memacu potensi tumbuhnya ekonomi kreatif di lingkungan setempat, serta membuka lapangan kerja bagi warga yang dekat dengan lokasi wisata.
"Untuk itu, kami dengan gembira dan terbuka menyambut partisipasi dari desa-desa untuk mendaftarkan ke Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 di laman jadesta.kemenparekraf.go.id. Seluruh desa wisata yang menjadi anggota jadesta secara langsung menjadi peserta ADWI 2023," kata pria yang biasa disapa Sandi ini.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan sekitar 300 desa untuk bersaing dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 sebagai salah satu upaya menarik wisatawan datang ke daerah itu.
"Terakhir ada 294 desa wisata yang menyatakan siap untuk bersaing dalam ADWI 2023, kita targetkan bisa sampai 300 desa wisata masuk dari Sumbar tahun ini," terang Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dalam kesempatan yang sama.
Audy mengatakan, desa wisata jadi salah satu keunggulan Sumbar untuk bisa menarik wisatawan dalam program Visit Beautiful West Sumatera (VBWS 2023) yang diluncurkan oleh Menparekaf pada Senin, 30 Januari 2023. Dalam dua tahun pelaksanaan ADWI yaitu pada 2021 dan 2022, sejumlah desa wisata dari Sumatra Barat selalu masuk 100 besar terbaik. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4480 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2296 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1864 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun