Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Ini Penyebab dan Gejala Bali Belly yang Ternyata Mirip Diare
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pulau Bali dihebohkan dengan kemunculan penyakit Bali Belly. Fenomena ini sempat viral di sosial media lantaran seorang artis terjangkit setelah berwisata ke Bali.
Fenomena itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M. Kes. Menurutnya Bali Belly mirip dengan diare.
Penyebutan Bali Belly itu, karena fenomena itu terjadi di Bali. "Negara dan daerah lain juga ditemukan Belly ini. Ini karena terjadi di Bali, disebut-sebut oleh wisatawan Bali Belly," ungkapnya ketika diwawancarai Senin 6 Februari 2023 di Badung, Bali.
Lebih lanjut, dr. Anom menyebut Bali Belly disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang tercemar virus atau bakteri. Pihaknya telah mengimbau pihak terkait untuk mengedukasi wisatawan berhati-hati mengonsumsi makanan di pinggir-pinggir jalan.
"Perhatikan apakah makanannya ditutup, tidak ada lalat, tidak basi, belilah makanan yang masih segar atau habis dimasak," ungkapnya.
Bagi pedagang, dia mengimbau agar makanan agar selalu menjaga kebersihan dalam mengolah makanan dan selalu menutup makanan yang dipajang agar tidak dihinggapi oleh lalat.
Secara umum, dr. Anom mengajak masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan sesuatu. Dan apabila sudah merasa tidak nyaman di perut, seperti mual muntah sampai diare, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2272 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1688 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1574 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun