Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dukung Percepatan Cetak Psikiater, Prodi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD Perbarui Kurikulum

Kamis, 24 September 2026, 09:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dukung Percepatan Cetak Psikiater, Prodi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD Perbarui Kurikulum.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) menggelar lokakarya pengembangan dan pemutakhiran kurikulum untuk mendukung percepatan pendidikan dokter spesialis kejiwaan sekaligus memperkuat mutu pendidikan.

Kegiatan berlangsung di Ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Gedung FK UNUD Sudirman, Denpasar, Rabu (23/9/2026). Lokakarya mempertemukan unsur pimpinan fakultas, departemen, program studi, tim penjaminan mutu, Kolegium Psikiatri Indonesia, dosen, peserta didik, serta unsur terkait lainnya.

Ketua panitia lokakarya, dr. I Gusti Agung Ayu Widyarini, dr., Sp.KJ, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan ilmu dan standar mutu pendidikan.

“Melalui penyelenggaraan lokakarya ini, diharapkan terwujud struktur kurikulum yang responsif terhadap isu kesehatan jiwa kontemporer dan standar akreditasi, meningkatnya sinergi antara dosen pembimbing, peserta didik (PPDS), dan rumah sakit pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif,” ungkapnya.

Kegiatan dibuka Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked, MPH, Ph.D. Dalam kegiatan tersebut, penguatan kurikulum dan mutu pendidikan menjadi bagian penting untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan dokter spesialis kedokteran jiwa.

Agenda lokakarya diawali pemaparan arah kebijakan akademik FK UNUD melalui visi, misi, dan Rencana Strategis (RENSTRA) FK UNUD oleh Ketua UP3M FK UNUD, Dr. dr. I Wayan Juli Sumadi, Sp.P.A., Subsp. M.S.

Selanjutnya, Ketua Departemen Psikiatri FK UNUD, I Gusti Ayu Indah Ardani, dr., Sp.K.J., Subsp. A.R.(K), memaparkan visi, misi, dan RENSTRA Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, termasuk pembaruan RENSTRA dan kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan kesehatan jiwa.

Bahas Kurikulum dan Standar Pendidikan Psikiatri

Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD, Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, dr., Sp.K.J., Subsp.K.(K), MARS, memaparkan struktur kurikulum yang saat ini berjalan serta pemutakhiran yang direncanakan.

Pembahasan mencakup capaian pembelajaran, kekuatan kurikulum, serta area yang masih perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa.

Dari perspektif standar pendidikan profesi, Kolegium Psikiatri Indonesia turut memberikan masukan melalui Dr. Fransiska Kaligis, dr., Sp.K.J., Subsp.A.R.(K) selaku Ketua Kolegium Psikiatri Indonesia bersama Dr. dr. Petrin Redayani Lukman, Sp.K.J., Subsp.P.K.(K), M.Pd.Ked.

Keduanya menyampaikan materi mengenai Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa sebagai salah satu landasan dalam penelaahan dan pengembangan kurikulum.

Dalam diskusi terungkap bahwa Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa masih mengacu pada standar tahun 2021 yang perlu diperbarui.

Kolegium Psikiatri Indonesia mengapresiasi inisiatif Prodi Psikiatri FK UNUD dalam melakukan perubahan kurikulum, terutama berkaitan dengan kebutuhan pemenuhan tenaga psikiater di Indonesia agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif.

Rancang Kurikulum 2026

Lokakarya juga membahas strategi penyusunan kurikulum, mulai dari landasan penyusunan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), pemetaan kurikulum, hingga integrasi kebutuhan pendidikan, kompetensi klinis dan standar profesi.

Salah satu agenda utama adalah rancangan kurikulum tahun 2026 yang mempertimbangkan standar pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa, regulasi terbaru, evaluasi kurikulum sebelumnya, tracer study, serta masukan dari pengguna lulusan.

Sejumlah masukan yang muncul antara lain penguatan bedside teaching, keterpaparan peserta didik terhadap kasus-kasus terkini, pembelajaran psikofarmakologi, komunikasi terapeutik dan profesionalisme.

Rancangan kurikulum tersebut mencakup tujuh semester dengan total 118 SKS. Kurikulum juga mengintegrasikan evidence-based case report (EBCR), penyusunan manuskrip ilmiah, jejaring pendidikan lokal dan nasional, serta sistem penilaian yang mencakup aspek akademik, profesional dan afektif.

Namun, durasi pendidikan masih menjadi bagian yang perlu ditelaah. Standar pendidikan mencantumkan pendidikan minimal delapan semester dengan 114 SKS, sementara rancangan kurikulum FK UNUD direncanakan berlangsung tujuh semester dengan 118 SKS.

Perbedaan tersebut menjadi bahan pembahasan lebih lanjut sebelum kurikulum ditetapkan. Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana menyampaikan gagasan mengenai kemungkinan inovasi dalam proses pendidikan agar masa pendidikan dapat berlangsung lebih efisien dengan tetap memperhatikan standar yang berlaku.

“Kami ingin lebih cepat mencetak psikiater, prodi lain memungkinkan melakukan terobosan tersebut. Apakah dari psikiatri memungkinkan?”

Pembahasan tersebut berkaitan dengan kemungkinan pengembangan model pendidikan yang lebih adaptif, dengan tetap mempertimbangkan beban pendidikan, capaian kompetensi dan ketentuan pendidikan dokter spesialis.

Perkuat Psikiatri Budaya

Lokakarya turut membahas arah strategis Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD yang diselaraskan dengan RENSTRA FK UNUD.

Salah satu karakteristik yang terus dikembangkan adalah Psikiatri Budaya dengan memanfaatkan kekayaan budaya lokal Bali sebagai bagian dari pengembangan pendidikan dan keilmuan psikiatri.

Selain pendidikan, pengembangan penelitian juga menjadi perhatian, termasuk penguatan publikasi ilmiah, publikasi internasional serta kolaborasi penelitian dengan institusi di dalam dan luar negeri.

Kurikulum juga diarahkan menerapkan prinsip constructive alignment, yakni keselarasan antara capaian pembelajaran, materi dan pengalaman belajar, metode pembelajaran serta sistem asesmen peserta didik.

Tindak Lanjut Pemutakhiran Kurikulum

Pada bagian akhir lokakarya, Prof. Cokorda menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap berbagai masukan yang muncul selama kegiatan.

“Rencana tindak lanjutnya, butuh PIC untuk menindaklanjutin masukan tadi sehingga kurikulum bisa terupdate.”

Dengan demikian, hasil lokakarya akan ditindaklanjuti melalui penetapan penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang mengawal proses penyempurnaan dan pembaruan kurikulum.

Dukungan juga disampaikan rumah sakit pendidikan utama RSUP Prof. Ngoerah melalui dr. Suardani yang mewakili Direktur RSUP Prof. Ngoerah. Pihak rumah sakit mendukung tindak lanjut hasil lokakarya, terutama dalam pengembangan dan percepatan pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa.

Sementara itu, rencana pendidikan selama tujuh semester masih memerlukan pembahasan lebih lanjut agar implementasinya dapat dipastikan sesuai kebutuhan pendidikan dan ketentuan yang berlaku.

Hasil lokakarya menjadi pijakan bagi Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK UNUD untuk melanjutkan penyempurnaan kurikulum, meliputi pemetaan kurikulum, matriks pembelajaran, kegiatan ilmiah, rotasi pendidikan, jejaring rumah sakit pendidikan, sistem asesmen, buku kurikulum, pedoman, RPS dan logbook peserta didik.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami