Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Musim PHK, Kini Giliran Yahoo Berhentikan 1.000 Karyawan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perusahaan teknologi informasi Yahoo mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sekitar 1.000 karyawannya pada tahun ini.
Karyawan yang diberhentikan termasuk setengah dari keseluruhan karyawan divisi teknologi iklan yang mengalami PHK sampai akhir tahun ini.
Seperti dilansir BBC News, Jumat (10/2/2023), Yahoo secara total akan memberhentikan 20 persen dari karyawan perusahaan tersebut, sebagai bagian dari proses restrukturisasi besar-besaran divisi teknologi iklan.
Restrukturisasi yang dilakukan akan memungkinkan Yahoo untuk memfokuskan aktivitas bisnis dan investasi terhadap bisnis iklan utamanya, yaitu DSP (demand-side platform).
Pendapatan Yahoo terpangkas setelah para pemasang iklan mengurangi anggaran sebagai respon terhadap tingginya inflasi dan resesi global yang tengah berlangsung.
Yahoo dimiliki oleh perusahaan ekuitas Apollo Global Management yang melakukan buyout dengan dana US$5 miliar pada 2021 lalu.
Sehari sebelumnya The Walt Disney Company mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sekitar 7.000 karyawannya atau setara 3,6 persen dari total pekerja perusahaan tersebut.
Pemberitahuan ini disampaikan pada Kamis (7/2/2023). Langkah tersebut dilakukan untuk menghemat dana US$5,5 miliar atau setara Rp82 triliun (Rp15.000) dan membuat layanan streaming Disney+ menguntungkan. Disney+ telah mengalami penurunan jumlah pelanggan untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada 2019 lalu.
Menurut CEO Disney Bob Iger, pengurangan jumlah karyawan memungkinkan Disney untuk menghadapi kondisi perekonomian global dengan lebih baik.
Disney mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 8 persen pada periode Oktober sampai Desember 2022 menjadi US$23,5 miliar. Perolehan laba meningkat 11 persen menjadi US$1,3 miliar.
Namun Disney+ melaporkan kerugian sebesar US$1,5 miliar dan penurunan jumlah pelanggan sebanyak 2,4 juta pelanggan menjadi 161,8 juta pelanggan.
Disney akan melakukan restrukturisasi sehingga tercipta tiga divisi utama, yaitu hiburan, olahraga, dan taman hiburan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8358 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5782 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3618 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2448 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar