Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Misteri! Kera Ini Hidup Sendiri Tapi Bisa Hamil
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua tahun lalu, dunia dihebohkan oleh seekor kera gibbon atau owa yang mendadak hamil meski tinggal sendiri di kandangnya di Kebun Raya Kujukushima, Jepang. Misteri kehamilan owa yang bernama Momo itu akhirnya terpecahkan.
Ternyata, owa betina itu dihamili oleh Ito, seekor pejantan owa lincah berusia 34 tahun yang tinggal di dekat kandang Momo. Pihak kebung binatang mengungkapkan, kesimpulan itu diambil berdasarkan serangkaian tes DNA pada sang bayi.
Hasil tes menunjukkan ayah bayi Momo adalah Ito. Pihak kebun binatang mengatakan kepada CNN bahwa Momo dan Ito berhasil kawin lewat lubang kecil di pelat baja yang terpasang di antara kandang mereka. Lubang itu berukuran sekitar sembilan milimeter.
"Ini adalah kehidupan berharga yang lahir ke dunia. Kami akan terus merawatnya dengan baik dan berharap dia akan berumur panjang dengan sehat," kata wakil Direktur Kebun Binatang, Hideki Hisano, dikutip dari CNN, Sabtu (11/2/2023).
Setelah lahir, bayi jantan Momo dan Ito itu memiliki berat sekitar 2 kilogram. Pihak kebun binatang mengatakan bayi tersebut tumbuh sehat di bawah asuhan Momo.
Asal tahu saja, Momo sebelumnya mengejutkan petugas kebun binatang Jepang karena hamil meski tinggal sendirian di kandangnya. Kehamilan Momo itu terendus petugas Kebun Binatang dan Kebun Raya Kujukushima di Nagasaki pada Februari 2021.
Owa adalah spesies kera kecil yang punya suara nyaring kala bernyanyi. Spesies kera ini bisa berayun dari cabang ke cabang dengan kecepatan hingga 35 mil per jam.
Sedikitnya ada lusinan spesies owa yang berasal dari sebagian Asia, mulai dari timur laut India hingga Cina. Owa juga ditemukan di kepulauan Kalimantan.
Populasi owa lincah ini sendiri saat ini semakin berkurang. Mereka terdaftar sebagai spesies yang terancam punah di International Union for Conservation of Nature, karena aktivitas manusia seperti penggundulan hutan, pertambangan, dan pembangunan jalan yang mengancam habitat mereka.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang