Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
GIPI Bali: Kami Sambut Baik Semua Tamu, Tapi Jangan Disalahgunakan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tingkah laku buruk sejumlah turis asing saat berada di Bali menjadi sorotan masyarakat baik lokal maupun di Indonesia. Publik atau netizen tanah air turut geram dengan ulah turis-turis asing itu.
Ada saja cerita mengenai turis asing yang berbuat onar dari mulai naik motor ugal-ugalan tanpa helm, berkelahi sambil mabuk, melanggar aturan adat lokal, tidak menghormati tempat-tempat sakral dan suci di Bali, bekerja ilegal padahal hanya punya visa kunjungan, sampai pakai pelat nomor kendaraan palsu.
Australia salah satu negara penyumbang turis terbesar ke Bali. Pada Januari 2023 saja, terdapat 91 ribu turis Australia yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Sekarang, kualitas turis menjadi prioritas untuk Bali. Gerakan untuk memperbaiki citra Bali juga disorot media Australia, News.com.au. Dalam artikelnya, Bali dituliskan tengah menggalakkan sosialisasi kampanye wisata baru. Mereka mewawancarai Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana.
"Intinya wisatawan menghormati adat budaya Bali dengan cara berpakaian yang baik dan rapi, mengikuti dengan tertib, melakukan aktivitas lalu lintas dan tidak melakukan hal-hal yang di luar ketentuan," terang Ida Bagus Agung Partha Adnyana kepada The Bali Sun, seperti dikutip dari News.com.au.
Baca juga:
Kronologi Bule Wanita Prancis Ngamuk di Bandara Ngurah Rai
Dia menekankan, jangan sampai keramahan warga Bali sebagai tempat wisata malah disalahgunakan oleh turis asing. "Kami memang menyambut baik dan menerima semua tamu, karena tamu adalah raja. Tapi, itu jangan disalahgunakan," imbuhnya.
Pengamat travel asal Australia, Angus Kidman, menuturkan, peningkatan kualitas wisata Bali sebenarnya sudah tampak jelas beberapa tahun terakhir. Menurut dia, Indonesia menangani masalah itu dengan serius.
"Sikap yang baik dan rasa hormat penting bagi semua wisatawan di setiap destinasi. Anda berisiko didenda atau bahkan dideportasi jika bertindak liar dan mengabaikan aturan setempat," ujar Kidman. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang