Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Rusia Larang Jet-Drone AS Terbang Mendekat Usai Insiden di Laut Hitam
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Larang Jet-Drone AS Terbang Mendekat Usai Insiden di Laut Hitam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia meminta Amerika Serikat menghentikan "penerbangan bermusuhan" di dekat wilayahnya setelah jet tempur Su-27 milik Moskow bertabrakan dengan drone Negeri Paman Sam di Laut Hitam.
"Kami berasumsi bahwa Amerika Serikat akan menahan diri dari spekulasi lebih lanjut di media dan menghentikan penerbangan di dekat perbatasan Rusia," kata duta besar Rusia di AS, Anatoly Antonov, melalui akun Telegramnya pada Rabu (15/3).
"Kami menganggap tindakan apa pun dengan penggunaan persenjataan AS sebagai tindakan bermusuhan secara terbuka," ucap Antonov lagi.
Insiden ini terjadi ketika dua jet tempur Su-27 Rusia berupaya mencegat drone MQ-9 milik AS yang diklaim Washington sedang terbang di ruang udara internasional.
Rusia memandang insiden itu sebagai bentuk provokasi dari Negeri Paman Sam.
"Kami memandang insiden ini sebagai bentuk provokasi," kata Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, kepada kantor berita RIA seperti dikutip Reuters.
Kementerian Pertahanan AS mengklaim drone MQ-9 jatuh ke laut hitam setelah SU-27 Rusia menghantam baling-balingnya. Konfrontasi ini merupakan yang pertama antara militer AS-Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina berlangsung.
Namun, Rusia membantah ada kontak yang dilakukan jet tempurnya dan mengatakan drone AS jatuh sendiri setelah "manuver tajam".
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, transponder drone AS itu mati ketika terbang. Awak jet tempur Rusia pun mendekati drone itu untuk proses identifikasi.
"Karena manuver tajam, kendaraan udara nirawak itu tak terkendali dan kehilangan ketinggian, kemudian bertabrakan dengan permukaan air," demikian pernyataan Kemhan Rusia yang dikutip AFP.
Pernyataan itu berlanjut, "Rusia tidak menggunakan senjata, tak kontak langsung dengan drone itu, dan kembali dengan selamat ke pangkalan mereka."
Akibat insiden ini, Kementerian Luar Negeri AS memanggil Antonov. Ia mengaku pertemuannya dengan pihak Kemlu AS bersifat "konstruktif".
Antonov juga mengklaim pihak AS tidak membahas kemungkinan "konsekuensi" bagi Moskow terkait insiden ini.
"Bagi kami, kami tidak ingin ada konfrontasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Kami mendukung pembangunan hubungan pragmatis untuk kepentingan rakyat Rusia dan Amerika," kata Antonov.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5450 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2300 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1098 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan