Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Rusia Larang Jet-Drone AS Terbang Mendekat Usai Insiden di Laut Hitam
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Larang Jet-Drone AS Terbang Mendekat Usai Insiden di Laut Hitam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia meminta Amerika Serikat menghentikan "penerbangan bermusuhan" di dekat wilayahnya setelah jet tempur Su-27 milik Moskow bertabrakan dengan drone Negeri Paman Sam di Laut Hitam.
"Kami berasumsi bahwa Amerika Serikat akan menahan diri dari spekulasi lebih lanjut di media dan menghentikan penerbangan di dekat perbatasan Rusia," kata duta besar Rusia di AS, Anatoly Antonov, melalui akun Telegramnya pada Rabu (15/3).
"Kami menganggap tindakan apa pun dengan penggunaan persenjataan AS sebagai tindakan bermusuhan secara terbuka," ucap Antonov lagi.
Insiden ini terjadi ketika dua jet tempur Su-27 Rusia berupaya mencegat drone MQ-9 milik AS yang diklaim Washington sedang terbang di ruang udara internasional.
Rusia memandang insiden itu sebagai bentuk provokasi dari Negeri Paman Sam.
"Kami memandang insiden ini sebagai bentuk provokasi," kata Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, kepada kantor berita RIA seperti dikutip Reuters.
Kementerian Pertahanan AS mengklaim drone MQ-9 jatuh ke laut hitam setelah SU-27 Rusia menghantam baling-balingnya. Konfrontasi ini merupakan yang pertama antara militer AS-Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina berlangsung.
Namun, Rusia membantah ada kontak yang dilakukan jet tempurnya dan mengatakan drone AS jatuh sendiri setelah "manuver tajam".
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, transponder drone AS itu mati ketika terbang. Awak jet tempur Rusia pun mendekati drone itu untuk proses identifikasi.
"Karena manuver tajam, kendaraan udara nirawak itu tak terkendali dan kehilangan ketinggian, kemudian bertabrakan dengan permukaan air," demikian pernyataan Kemhan Rusia yang dikutip AFP.
Pernyataan itu berlanjut, "Rusia tidak menggunakan senjata, tak kontak langsung dengan drone itu, dan kembali dengan selamat ke pangkalan mereka."
Akibat insiden ini, Kementerian Luar Negeri AS memanggil Antonov. Ia mengaku pertemuannya dengan pihak Kemlu AS bersifat "konstruktif".
Antonov juga mengklaim pihak AS tidak membahas kemungkinan "konsekuensi" bagi Moskow terkait insiden ini.
"Bagi kami, kami tidak ingin ada konfrontasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Kami mendukung pembangunan hubungan pragmatis untuk kepentingan rakyat Rusia dan Amerika," kata Antonov.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan