Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Dalai Lama Minta Maaf Usai Minta Bocah Isap Lidahnya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin agama Buddha Tibet Dalai Lama menyampaikan permintaan maaf usai meminta bocah mengisap lidahnya dan mencium bibir bocah itu di depan publik. Insiden itu terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar dua menit dan beredar di media sosial.
"Yang Mulia ingin menyampaikan permintaan maaf ke bocah laki-laki itu dan keluarganya, dan banyak temannya di seluruh dunia, atas luka yang disebabkan ucapannya," demikian pernyataan Dalai Lama di situs resminya, Senin (10/4).
Dalam pernyataan itu, mereka mengklaim bocah itu bertanya kepada Dalai Lama apakah ia bisa memeluk pemimpin agama itu atau tidak.
Dalai Lama, lanjutnya, sering bercanda dengan orang-orang yang ia temui dengan cara yang lugu dan lucu, bahkan di depan umum.
Pernyataan itu juga menyebutkan Dalai Lama menyesali tindakan tersebut.
"Dia menyesali kejadian itu," lanjut pernyataan itu.
Dalam sebuah video, bocah laki-laki berbaju kuning mulanya berdiri di depan Dalai Lama.
Kemudian muncul seorang laki-laki berjas yang berbicara kepada Dalai Lama.
Ia kemudian meminta bocah tersebut mendekat. Bocah itu kemudian memeluk Dalai Lama.
Di video tersebut mereka juga tampak bercakap-cakap. Dalai Lama memegang tangan bocah dan menyodorkan bibirnya seolah-olah ingin meminta ciuman.
Dalai Lama lalu mencium bibir bocah tersebut. Ia kemudian menjulurkan lidahnya seolah meminta diisap.
Beberapa media seperti 1News menyebut, Dalai Lama "meminta anak itu mengisap lidahnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 517 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 404 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 398 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik