Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Amankah Gula Batu Untuk Penderita Diabetes?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penggunaan gula batu untuk penderita diabetes dianggap manjur. Benarkah demikian?
Gula batu seperti namanya adalah salah satu jenis gula yang memiliki bentuk padat dan agak besar. Gula batu dikenal juga sebagai permen batu atau permen gula.
Melansir WebMd, gula batu terbuat dari sirup gula yang didinginkan hingga mengeras berbentuk kristal besar. Gula batu juga bisa dibuat dari berbagai bahan dasar gula, mulai dari getah pohon nira, tebu, bahkan gula merah.
Gula batu memiliki rasa yang tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan gula pasir. Makanya, gula batu sering dianggap sebagai pemanis ringan yang ideal untuk banyak minuman dan hidangan.
Lantas, apa manfaat gula batu untuk penderita diabetes?
Beberapa orang percaya gula batu lebih sehat daripada gula pasir putih. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini.
Apalagi gula batu sering dibuat dari gula putih halus, sehingga komposisi kimianya juga cenderung identik.
Meski demikian, mengutip berbagai sumber, jenis gula batu yang dikenal dengan sebutan mishri disebut cukup baik untuk penderita diabetes. Berikut beberapa alasannya:
1. Baik untuk tubuh
Gula batu memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mengatur suhu tubuh, mengatasi masalah pencernaan dan gas, membantu sirkulasi darah yang baik, dan mengurangi rasa lapar. Semua hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan pada penderita diabetes.
2. Kurang manis
Gula batu mudah dicerna dan kurang manis dibandingkan gula biasa. Hal ini menjadikannya alternatif yang baik untuk penderita diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah kecil. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah.
3. Jadi sumber energi
Mishri memberikan energi instan dan dengan demikian mengontrol kelelahan.
Itulah penjelasan terkait gula batu untuk penderita diabetes. Meskipun dianggap aman, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi secara berlebihan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun