Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Norwegia Usir 15 Diplomat Rusia Karena Dianggap Mata-Mata
BERITABALI.COM, DUNIA.
Norwegia mengusir 15 diplomat Rusia karena dianggap sebagai mata-mata sehingga mengancam negaranya.
Diberitakan Reuters, Kementerian Luar Negeri Norwegia menyatakan beberapa petugas intelijen Moskow beroperasi di negaranya dengan memakai kedok pejabat diplomatik.
"Aktivitas mereka mengancam Norwegia," kata Menteri Luar Negeri Norwegia, Anniken Huitfeldt, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/4).
Huitfeldt mengatakan pihaknya telah mengendus kedok para pejabat itu setelah mengikuti kegiatan mereka selama beberapa waktu belakangan.
Para pejabat itu pun diminta segera meninggalkan Norwegia secepatnya.
"Kami telah mengikuti kegiatan mereka dari waktu ke waktu. Mereka telah meningkat sejak invasi ke Ukraina," kata Huitfeldt.
Dengan pengusiran ini, artinya Norwegia telah memulangkan sekitar sepertiga dari total 40 diplomat Rusia yang terakreditasi di Oslo.
Ini merupakan pengusiran terbaru di negara itu sejak Moskow menginvasi Ukraina satu tahun lalu.
Pada April 2022, Norwegia pernah mengusir tiga orang Rusia dari negara mereka.
Selain Norwegia, beberapa negara seperti Estonia, Belanda, dan Austria juga telah mengusir diplomat-diplomat Moskow di tahun ini.
Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bakal merespons Norwegia atas pemulangan diplomatnya, demikian dilaporkan kantor berita Rusia, TASS. Namun, Kemlu Rusia tak merinci apa tanggapan yang akan diberikan pada negara Nordik itu.
Norwegia adalah salah satu anggota aliansi militer NATO yang punya perbatasan dengan Rusia di Arktik.
Pengusiran para diplomat pun dinilai bisa mempersulit proses pemindahan keketuaan Dewan Arktik dari Moskow ke Oslo.
Rusia saat ini memegang keketuaan dewan tersebut. Selanjutnya, posisi itu bakal dilimpahkan ke Norwegia.
Dewan Arktik sendiri merupakan sebuah badan multilateral di mana negara-negara Arktik membahas sejumlah masalah yang memengaruhi kawasan kutub.
Terkait hal ini, Huitfeldt mengatakan masih terlalu dini untuk menilai apakah pengusiran para diplomat itu bakal memengaruhi transisi keketuaan Dewan Arktik.
Dia berujar negaranya masih berusaha mempertahankan hubungan diplomatik dengan Rusia, dan diplomat Rusia tetap diterima di negara mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 745 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik