Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Pengelola Fasilitas Pura Besakih Kewalahan Suplai Kebutuhan Air
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Fasilitas luar biasa dengan anggran hingga ratusan miliar dibangun dalam penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, bahkan beberapa waktu lalu seluruh fasilitas tersebut juga telah diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
Hanya saja, di balik kemegahan berbagai fasilitas tersebut, ternyata muncul sejumlah keluhan, salah satu diantaranya yaitu terkait pasokan air bersih untuk kebutuhan penunjang puluhan toilet yang disediakan dalam fasilitas penataan tersebut.
Kondisi ini diakui oleh Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Keamanan Badan Pengelolan Fasilitas Kawasan Suci Pura Besakih, Ida Bagus Suyasa saat dikonfirmasi, Kamis (20/4/2023).
Ia mengatakan, selama gelaran IBTK di Pura Agung Besakih pihaknya masih kewalahan dalam mencukupi suplai kebutuhan air pada fasilitas penataan yang ada khususnya untuk kebutuhan toilet.
Pasalnya, hingga kini untuk memasok air, pihaknya menggunakan bantuan mobil tangki untuk mengangkut air sejauh 5 kilometer dari sumber air Arca menuju tanki penampungan fasilitas penataan kawasa Pura Agung Besakih.
"Ini jaraknya 5 kilometer dari Besakih. Armada yang beroperasi sudah 12 unit mobil setiap harinya. Tapi masih kewalahan dengan membludaknya Pemedek. Kita disini baru pertama kali punya fasilitas toilet sebegitu banyak, yang terdiri dari 3 lokasi utama. Itu artinya kita punya 3 grondtank yang rata rata berkapasitas 220 M3. Tiap gedung setidaknya ada 80 closet duduk belum Urinoir dan wastafel, " ujar Ida Bagus Suyasa saat dihubungi.
Sebenarnya dikawasan Pura Agung Besakih sudah terdapat jaringan PDAM, hanya saja dikatakan Suyasa air tidak setiap hari mengalir. Untuk aliran ke masyarakat mengalir 3 hari sekali bahkan bisa mengalir hingga 7 hari sekali. Oleh karena itu, pihaknya harus mensuplai kebutuhan air menggunakan kendaraan tanki.
"Inilah salah satu alasan kenapa kita buka - tutup toilet, selain itu prilaku masyarakat kita masih kurang dalam membuang sampah. Tisu, makanan dibuang di wastafel.
Di closet bahkan pempers dan pembalut masuk. Akibatnya saluran jadi buntu. Ini butuh penutupan beberapa waktu. Pada gedung dengan tipikal toilet yang banyak, tidak sesederhana memperbaiki masalah seperti toilet di rumah tangga, " imbuh Suyasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 516 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 404 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 398 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik