Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Putin Makin Menggila, Serangan 'Paling Ngeri' Hantam Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina masih terus terjadi. Kemarin Rusia melancarkan serangan yang disebut "paling horor" ke tetangganya itu, terutama ibu kota Kyiv.
"Gelombang serangan paling masif," kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dikutip dari CNN International, Selasa (8/5/2023).
Diketahui Kremlin meluncurkan hampir 60 drone buatan Iran, Sahid (Shahed). Lebih dari setengahnya ditargetkan ke Kyiv. Militer Ukraina menyebut 36 drone ke wilayahnya.
"Tetapi ditembak pertahanan udara," tegas Klitschko lagi.
Serangan terbaru ini merusak beberapa fasilitas sosial dan bangunan tinggi perumahan. Salah satunya di wilayah Sviatoshyn.
Meski tak menyebabkan kematian, lima warga dilaporkan terluka. Dua korban dirawat di rumah sakit, salah satunya menjalani operasi.
Dalam beberapa foto dimuat Reuters, serangan membuat Kyiv menjadi "daratan api" pada malam hari. Beberapa bangunan apartemen juga menderita kerusakan parah, termasuk lubang besar akibat bom.
Serangan juga dilaporkan di Odessa, kota pelabuhan Ukraina di wilayah Selatan. Setidaknya satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Sekitar tengah malam, penjajah Rusia menyerang Odesa dengan pembom jarak jauh Tu-22M3. Sebanyak delapan rudal diluncurkan dari daerah Cape Tarkhankut (Krimea )," kata militer Ukraina.
"Beberapa rudal tidak mencapai target mereka," jelasnya.
Perlu diketahui, serangan dilancarkan Rusia menjelang perayaan "Hari Kemenangan", tiap 9 Mei. Ini terkait suksesnya Uni Soviet, nama negara ini dulu, melawan Nazi Jerman di Perang Dunia 2 (PD2),.
Pawai militer bakal digelar. Menurut sejumlah analis Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan acara ini untuk menguatkan maradi perangnya di Ukraina, yakni "operasi militer untel melawan Nazi".
Serangan ini juga diperkirakan manjadi balas dendam baru Rusia pada tudingan sabotase yang dilayangkan ke Ukraina. Termasuk penyerangan Istana Putin di Kremlin denna drone, lalu kilang minyak Rusia.
"Aktivitas teroris dan sabotase Angkatan Bersenjata Ukraina mendapatkan momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan kala itu.
"Rusia berhak untuk mengambil tindakan pembalasan," tambahnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan