Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Ecotourism Dorong Aktivitas Wisata Ramah Lingkungan dan Wisatawan Bertanggung Jawab
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan sektor pariwisata memegang peranan besar bagi perekonomian Bali.
Oleh karena itu, kata dia pemulihan ekonomi pasca pandemi menjadi momentum yang tepat bagi Provinsi Bali untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonominya.
Kebijakan pemulihan sektor pariwisata di Bali melalui pelonggaran izin tinggal dapat berdampak terhadap jumlah wisatawan yang berlebihan. Fenomena tersebut diperparah dengan pelanggaran yang dilakukan wisatawan.
Apabila tidak ditangani dengan baik, maka eksistensi lingkungan dan budaya Bali dapat terancam. Oleh sebab itu, sektor pariwisata perlu dikelola dengan baik agar eksistensi lingkungan dan budaya Bali tetap lestari.
"Isu ecotourism sudah selayaknya mendapat perhatian lebih dari pemangku kebijakan dan pelaku usaha pariwisata di Bali. Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terus berupaya mendorong berbagai kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali dan program transformasi ekonomi Bali menuju Bali Era Baru yang tangguh, hijau dan sejahtera," papar Trisno.
Baca juga:
Bupati Giri Prasta Komit Jaga Perkembangan Industri Pariwisata Kuta Utara
Sejalan dengan Trisno, G. A. Diah Utari dalam kesempatan tersebut selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menambahkan, bahwa ecotourism sudah selayaknya mendapat perhatian lebih dari pemangku kebijakan dan pelaku usaha pariwisata di Bali.
"Ecotourism mendorong aktivitas wisata yang ramah lingkungan dan adanya tanggung jawab dari wisatawan untuk turut menjaga destinasi wisata agar lebih berkelanjutan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun