Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pencarian Nelayan Terseret Ombak di Pantai Pasir Putih Dihentikan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tujuh hari sudah segala upaya dilakukan oleh Tim SAR gabungan untuk mencari keberadaan Dewa Gede Puja (52) salah seorag nelayan yang hilang terseret ombak saat menurunkan jukung di Pantai Pasir Putih, Desa Bug-bug, Karangasem pada Minggu (11/6/2023).
Sesuai dengan standar operasional pelayanan (SOP) upaya pencarian terhadap korban dihentikan pada hari ke-7 yang jatuh pada hari ini, Sabtu (17/6/2023) kendati target belum ditemukan.
"Target belum berhasil ditemukan. Upaya pencarian dihentikan hari ini (hari ke-7) pukul 14.00 WITA sesuai SOP oleh kepala seksi operasi dan siaga kantor Pencarian dan pertolongan Denpasar," kata Kordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana ketika dikonfirmasi.
Selama tujuh hari proses pencarian, tim SAR gabungan telah berupaya semaksimal mungkin. Proses penyisiran juga diperluas hingga wilayah perairan Seraya dan Perairan Manggis, Karangasem. Hanya saja, selama proses pencarian tidak ditemukan tanda - tanda keberadaan korban.
"Selama pencarian, kita juga sempat terkendala ombak yang cukup besar sampai hari pencarian kelima baru landai dan berjalan maksimal," ujarnya.
Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, korban terseret bersama 6 orang rekannya saat menurunkan jukung di pesisir Pantai Pasir Putih. Dalam kejadian tersebut, 6 orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri. Sementara korban tidak berhasil menepi dan dinyatakan hilang terseret ombak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang