Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
PDIP Ajak Golkar, PKB, dan PAN Koalisi Usai Hadir di GBK
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya terbuka lebar berkoalisi dengan Golkar, PKB, dan PAN, yang hadir pada puncak peringatan Bulan Bung Karno.
Hasto menilai PDIP bisa bergandeng tangan dengan ketiga partai tersebut, sebagaimana juga disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Apa yang disampaikan bu Mega tadi, monggo kalau mau bersama-sama, kita bisa bergandengan tangan, dengan Golkar, PKB, dan PAN," kata Hasto di Stadion Utama GBK, Sabtu (24/6).
Hasto menjelaskan meski ketiga partai itu belum merapat ke PDIP, tetapi mereka saat ini berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Tentu saja PDIP membuka ruang kerja sama," ujarnya.
Hasto menyebut pihaknya sempat berbicara dengan para elite Golkar, PKB, dan PAN sebelum acara dimulai. Salah satunya, membicarakan potensi kerja sama di Pemilu 2024.
"Yang dibicarakan mengandung suatu semangat bagaimana kita bisa bekerja sama di dalam Pemilu 2024 yang akan datang," katanya.
Hasto memastikan PDIP dan ketiga partai itu akan melanjutkan komunikasi yang lebih intens untuk membahas peluang koalisi. "Komunikasi yang intens akan dilakukan setelah itu," ujarnya.
Saat ini Golkar, PAN, dan PPP tergabung ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Baru PPP yang telah menjalin kerja sama dengan PDIP dan mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Sementara, PKB saat ini berkoalisi dengan Partai Gerindra dengan membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Kedua partai belum menentukan siapa calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun