Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Gempa Bantul Terasa hingga di Bali, Ini Penjelasan BMKG
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab guncangan gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Bantul Yogyakarta pada Jumat 30 Juni 2023 terasa di berbagai daerah seperti Cirebon, Bandung, Sukabumi Jawa Barat termasuk Pulau Bali.
BMKG mengungkapkan gempa bumi di Kabupaten Bantul berkekuatan magnitudo 6,0, pusat gempat berada di wilayah Samudera Hindia Selatan Yogyakarta pada hari Jumat 30 Juni 2023 pukul 19.57. Data tersebut adalah hasil pemutahiran dari informasi sebelumnya yang menyebutkan kekuatan gempa mencapai magnitudo 6,4 dan 6,6.
BMKG mencatat hingga pukul 21.30 WIB menunjukkan adanya 20 kali gempa susulan atau aftershock dengan rentang magnitudo 3,0 sampai 4,2. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan penyebab gempa adalah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa bumi yang tterjadi di sekitar zona pertemuan antar lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau patahan naik. Ia menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dengan kedalaman menengah. Dari kedalaman pusat gempa diketahui berada di kedalaman 67 kilometer.
"Itu merupakan zona kontak antar lempeng Samudera Indo-Australia yang menumbuk di bawah lempeng Benua Eurasia," tutur Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Gempa yang terjadi di bidang kontak tersebut memungkinkan perambatan gempa area yang lebih luas, berada di kontak antar dua lempeng sehingga merambat lebih luas.
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menambahkan Lokasi gempa yang berada di kedalaman 67 KM adalah gempa menengah maka energi yang terpancar spektrumnya bisa meluas.
Hal itulah yang kemudian memicu gempa terasa sampai di daerah yang jaraknya jauh sebagaimana laporan informasi terasa sampai Jawa Timur juga Jawa Barat. Dampak gempa tidak hanya dipengaruhi magnitudo, jarak dan sumber tapi kondisi tanah sangat menentukan tingginya goncangan gempa.
Di daerah sedimen tanah lunak dengan ketebalan tertentu itu akan terjadi resonansi gelombang gempa. Sehingga, terjadilah amplifikasi atau perbesaran goncangan gempa. Itu sebabnya gempa dirasakan hingga di berbagai daerah di Jawa Barat termasuk Pulau Bali. (sumber: kabarcirebon.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 598 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 475 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan