Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ukraina: Rusia Siapkan 100 Ribu Prajurit Siaga Serangan Besar-besaran
beritabali.com/cnnindonesia.com/Ukraina: Rusia Siapkan 100 Ribu Prajurit Siaga Serangan Besar-besaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina mengklaim Rusia sedang mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di area Kupiansk, Kharkiv, untuk menyerang benteng pertahanan Kyiv dalam serangan terbarunya.
Wakil Komandan Ukraina untuk Komunikasi Strategis Pengelompokan Militer Timur, Serhii Cherevatyi, mengatakan Rusia juga mengerahkan senjata untuk melengkapi para personelnya.
"Musuh telah memfokuskan pengelompokan yang sangat kuat ke arah Lyman-Kupiansk, dengan lebih dari 100 ribu personel, lebih dari 900 tank, dan lebih dari 370 MLRS,"kata Cherevatyi pada Senin (17/7).
Ia lalu berujar, "musuh mengerahkan unit satuan lintas udara, infanteri gerak terbaik di sana."
Sebagai tambahan dukungan, Rusia juga mengerahkan pasukan tempur cadangan, pasukan wilayah, dan unit Storm-Z. Lebih lanjut, Cherevatyi mengatakan Rusia mempertaruhkan segalanya untuk menghancurkan pertahanan dan pasukan Ukraina.
Tekanan Rusia ini, kata dia, sebagai bentuk balasan mereka atas kekalahan di Bakhmut beberapa waktu lalu.
"[Rusia] perlu membuktikan setidaknya beberapa kesuksesan, sehingga mereka berusaha maksimal di area ini, melakukan yang mereka bisa dan tidak, untuk menunjukkan serangan," ucap Cherevatyi lagi seperti dikutip CNN.
Pasukan Rusia yang tetap bertahan di Bakhmut dan terus melakukan serangan menambah jumlah korban dari pihak mereka meningkat.
Chervatyi juga mengatakan Rusia terus memperbaharui staf tempur, mengirim pasukan terjun payung pertama, dan berharap serangan dari Ukraina berhenti.
"Kami sangat berhati-hati dan berhati-hati untuk mempertahankan pasukan dan orang-orang kami sebanyak mungkin," imbuh dia.
Pernyataan Chervatyi muncul usai jembatan yang menghubungkan Crimea dan Rusia meledak. Jalan penghubung ini merupakan rute bagi Kremlin untuk mengirim pasokan logistik selama invasi.
Ledakan di jembatan itu bukan kali pertama. Pada Oktober lalu, tangki BBM yang melintasi jembatan terbakar dan meledak. Imbas serangan ini, Rusia berjanji bakal membalasnya.
Rusia tak mengingkari janjinya. Mereka habis-habisan membombardir Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3829 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1773 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang