Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Usai Jembatan Diserang, Kamp Militer Rusia di Crimea Kebakaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kebakaran terjadi di tempat pelatihan militer di distrik Kirovske di Semenanjung Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia sejak 2014 lalu, pada Selasa (18/7).
Kebakaran ini memaksa lebih dari 2.000 orang dievakuasi dan mengharuskan pihak berwenang menutup sejumlah jalan raya terdekat.
"Direncanakan untuk mengevakuasi sementara penduduk dari empat pemukiman. (Evakuasi) ini lebih dari 2.000 orang," kata Gubernur Crimea yang diangkat Rusia, Sergei Aksyonov, melalui Telegram.
Aksyonov mengatakan Jalan Raya Tavrida dekat lokasi kebakaran juga terpaksa ditutup sebagian. Meski begitu, ia tak memberikan alasan soal penutupan tersebut.
Saluran Telegram Rusia yang terhubung dengan dinas keamanan Rusia dan media Ukraina juga melaporkan bahwa depot amunisi terbakar di pangkalan tersebut setelah Ukraina melancarkan serangan udara semalaman.
Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Kebakaran kamp militer ini terjadi beberapa hari setelah serangan kembali menerjang Jembatan Kerch, Crimea. Rusia menuduh Ukraina yang melancarkan "serangan teroris" tersebut dan bersumpah akan membalas.
Rusia tak lama melancarkan serangan ke Odessa, wilayah Ukraina, sebagai balasan atas serangan ke Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Crimea.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5451 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2301 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1098 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan