Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 2 September 2026
Dinilai Ribet, Dewan Tabanan Sempat Keluhkan Warga Bolak-Balik Urus SPPT
BERITABALI.COM, TABANAN.
Masyarakat Tabanan mengeluhkan susahnya mendapatkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Piutang) baru. Bahkan proses pembuatannya dinilai masih ribet hingga membuat masyarakat harus bolak-balik mengurus.
Masalah itu terungkap saat digelarnya rapat Banggar (Badan Anggaran) DPRD Tabanan bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Tabanan belum lama ini. Dewan meminta Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) harus inovasi jangan hanya menyalahkan notaris dan BPN (Badan Pertanahan Negara).
Baca juga:
Ketua DPRD Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan-Kuningan, Ajak Masyarakat Mulat Sarira
Keluhan susahnya mendapat SPPT ini disampaikan masyarakat saat dewan melaksanakan reses. Padahal PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan) ini adalah satu satu penyumbang PAD di Tabanan sebesar 33 persen digabung dengan 6 pendapatan pajak lainnya.
Anggota Banggar I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan keluhan ini banyak disampaikan masyarakat saat melaksanakan reses. Sebagian besar mereka yang mengeluhkan sulit mendapatkan SPPT adalah masyarakat yang mulai ikut program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. "Kita berharap Bakeuda punya Inovasi. Biar tidak menyalahkan BPN dan notaris saja," ujarnya beberapa waktu lalu.
Disebutkan inovasi yang disarankan tersebut seperti misalnya membuat sistem pembuatan SPPT secara online. Intinya supaya ada sistem yang terintegrasi antara BPN dengan Bakeuda. Sehingga masyarakat tidak harus bolak-balik mengurus SPPT dan dihadapkan dengan prosedur yang ribet.
"Apalagi masyarakat ini sendiri mengurus. Kadang-kadang mereka yang dari jauh harus bolak-balik sampai tiga kali. Kita ini pelayanan publik. Kami minta supaya ada inovasi yang jelas sehingga masyarakat tidak sampai ada hutang pajak," pintanya.
Padahal tegas dia, pajak PBB-P2 adalah salah satu penyumbang PAD untuk Tabanan. Bahkan karena susahnya mendapatkan SPPT, hutang pajak PBB-P2 masih di angka Rp 70 miliar.
"Jelas jadi hutang memang karena pasti ada hutang semu. Jadi harus adanya evaluasi," pinta politisi PDIP asal Desa Batanyuh, Kecamatan Marga ini.
Hal senada juga disampaikan I Nyoman Arnawa. Politisi PDIP asal Desa Mangesta, Kecamatan Penebel ini menegaskan masalah sulitnya mendapatkan SPPT adalah masalah klasik. Karena tiap tahun persoalan selalu sama.
"Dari zamannya Bu Dewa Ayu asisten menjadi Bakeuda, lanjut ke Gung Dalem, sekarang ke Pak Kotio masih sulit. Nah mudah-mudahan Pak Kotio (Kepala Bakeuda) sekarang bisa menyelesaikan," harapnya.
Baca juga:
DPRD Tabanan Kaji Rancangan KUA dan PPAS
Dia bertanya untuk mendapatkan SPPT sampai susah ini apa masyarakat harus menjemput atau bagaimana? Kemudian juga jika sudah mendapatkan SPPT seperti apa nanti membayarnya?.
"Jadi tiga kepala Bakeuda ini belum bisa menyelesaikan. Banyak masyarakat memang bertanya bagaimana mengurus. Apalagi sekarang ada prona, sertifikat sudah ada, SPPT tidak ada," sesalnya.
Sementara itu I Made Asta Darma menyarankan untuk memecahkan masalah tersebut agar tidak menimbulkan piutang pajak yang membengkak, dewan, eksekutif harus mengundang BPN dan notaris untuk duduk bersama. "Dimana ini bumbu masalahnya, supaya kita ketahui bersama," sarannya.
Dia pun mendesak permasalahan ini harus tuntas. Apalagi sekarang di Tabanan perubahan alih fungsi lahan semakin besar. "Ayo kita rapat kerja undang BPN dan notaris demi baiknya Kabupaten Tabanan ini," pinta politisi Golkar asal Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ini.
Terkait hal tersebut Kepala Bakeuda Tabanan I Wayan Kotio menegaskan jika ada masyarakat yang susah membayar SPPT, jika sudah datang ke pelayanan Bakeuda setahunya jika sudah semua lengkap persyaratan sama sekali tidak ada hambatan.
"Kemudian untuk SPPT ini sebelum dibagikan kepada masyarakat akan turun di desa, desa yang kemudian menyebar lewat kepala lingkungan," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Tabanan
Berita Terpopuler
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 375 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 275 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 206 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 202 Kali
Benih Kerapu Bali Makin Laris, Ekspor Tembus Rp6,4 Miliar
Dibaca: 194 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman