Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Dinilai Ribet, Dewan Tabanan Sempat Keluhkan Warga Bolak-Balik Urus SPPT
BERITABALI.COM, TABANAN.
Masyarakat Tabanan mengeluhkan susahnya mendapatkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Piutang) baru. Bahkan proses pembuatannya dinilai masih ribet hingga membuat masyarakat harus bolak-balik mengurus.
Masalah itu terungkap saat digelarnya rapat Banggar (Badan Anggaran) DPRD Tabanan bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Tabanan belum lama ini. Dewan meminta Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) harus inovasi jangan hanya menyalahkan notaris dan BPN (Badan Pertanahan Negara).
Baca juga:
Ketua DPRD Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan-Kuningan, Ajak Masyarakat Mulat Sarira
Keluhan susahnya mendapat SPPT ini disampaikan masyarakat saat dewan melaksanakan reses. Padahal PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan) ini adalah satu satu penyumbang PAD di Tabanan sebesar 33 persen digabung dengan 6 pendapatan pajak lainnya.
Anggota Banggar I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan keluhan ini banyak disampaikan masyarakat saat melaksanakan reses. Sebagian besar mereka yang mengeluhkan sulit mendapatkan SPPT adalah masyarakat yang mulai ikut program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. "Kita berharap Bakeuda punya Inovasi. Biar tidak menyalahkan BPN dan notaris saja," ujarnya beberapa waktu lalu.
Disebutkan inovasi yang disarankan tersebut seperti misalnya membuat sistem pembuatan SPPT secara online. Intinya supaya ada sistem yang terintegrasi antara BPN dengan Bakeuda. Sehingga masyarakat tidak harus bolak-balik mengurus SPPT dan dihadapkan dengan prosedur yang ribet.
"Apalagi masyarakat ini sendiri mengurus. Kadang-kadang mereka yang dari jauh harus bolak-balik sampai tiga kali. Kita ini pelayanan publik. Kami minta supaya ada inovasi yang jelas sehingga masyarakat tidak sampai ada hutang pajak," pintanya.
Padahal tegas dia, pajak PBB-P2 adalah salah satu penyumbang PAD untuk Tabanan. Bahkan karena susahnya mendapatkan SPPT, hutang pajak PBB-P2 masih di angka Rp 70 miliar.
"Jelas jadi hutang memang karena pasti ada hutang semu. Jadi harus adanya evaluasi," pinta politisi PDIP asal Desa Batanyuh, Kecamatan Marga ini.
Hal senada juga disampaikan I Nyoman Arnawa. Politisi PDIP asal Desa Mangesta, Kecamatan Penebel ini menegaskan masalah sulitnya mendapatkan SPPT adalah masalah klasik. Karena tiap tahun persoalan selalu sama.
"Dari zamannya Bu Dewa Ayu asisten menjadi Bakeuda, lanjut ke Gung Dalem, sekarang ke Pak Kotio masih sulit. Nah mudah-mudahan Pak Kotio (Kepala Bakeuda) sekarang bisa menyelesaikan," harapnya.
Baca juga:
DPRD Tabanan Kaji Rancangan KUA dan PPAS
Dia bertanya untuk mendapatkan SPPT sampai susah ini apa masyarakat harus menjemput atau bagaimana? Kemudian juga jika sudah mendapatkan SPPT seperti apa nanti membayarnya?.
"Jadi tiga kepala Bakeuda ini belum bisa menyelesaikan. Banyak masyarakat memang bertanya bagaimana mengurus. Apalagi sekarang ada prona, sertifikat sudah ada, SPPT tidak ada," sesalnya.
Sementara itu I Made Asta Darma menyarankan untuk memecahkan masalah tersebut agar tidak menimbulkan piutang pajak yang membengkak, dewan, eksekutif harus mengundang BPN dan notaris untuk duduk bersama. "Dimana ini bumbu masalahnya, supaya kita ketahui bersama," sarannya.
Dia pun mendesak permasalahan ini harus tuntas. Apalagi sekarang di Tabanan perubahan alih fungsi lahan semakin besar. "Ayo kita rapat kerja undang BPN dan notaris demi baiknya Kabupaten Tabanan ini," pinta politisi Golkar asal Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ini.
Terkait hal tersebut Kepala Bakeuda Tabanan I Wayan Kotio menegaskan jika ada masyarakat yang susah membayar SPPT, jika sudah datang ke pelayanan Bakeuda setahunya jika sudah semua lengkap persyaratan sama sekali tidak ada hambatan.
"Kemudian untuk SPPT ini sebelum dibagikan kepada masyarakat akan turun di desa, desa yang kemudian menyebar lewat kepala lingkungan," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Tabanan
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4488 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2112 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2031 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1646 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1490 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan