Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pura Luhur Pekiyisan di Tabanan, Diperkirakan Ada Sejak Zaman Megalitikum
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pura Luhur Pekiyisan, Beji Agung Sad Kahyangan Jagad Bali, Luhur Batukaru yang terletak di Desa Babahan, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan bisa dikatakan menjadi salah satu pura yang unik, pasalnya, pura Beji ini menjadi salah satu tempat pemelastian Ida Betara di Pura Batukau.
Bendesa Adat Desa Babahan, Made Sukawana, menyebutkan untuk aktivitas pemelastian di pura ini dilakukan 20 tahun sekali. "Biasanya pemelastian oleh Ida Betara di Batukaru dilakukan 20 tahun sekali, bergiliran dengan pemelastian di Pura Luhur Tanah Lot," ujarnya Kamis, (10/8).
Selain menjadi tempat pemelastian oleh Ida Betara di Pura Batukaru, keunikan lain di pura ini adalah, ada beberapa pura lainnya selain pura Beji tersebut. Pura tersebut adalah, Pura Ratu Malen yang terletak di sisi barat pura utama Beji Pekiyisan, selanjutnya adalah Pura Taksu Pecalang yang letaknya di selebalh selatan Pura Ratu Malen.
Kedua pura ini juga cukup unik, karena Pelinggih utama di kedua pura ini terbuat dari bongkahan batu alam dan berlokasi di sepanjang aliran sungai Tukad Yeh Ho. Menurut Sukawana, baru-batu besar yang dijadikan Pelinggih ini, memang sudah ada dari zaman megalitikum.
"Berdasarkan penelusuran sejarah yang dilakukan, ditemukan batu-batu besar di pura ini berasal dari zaman megalitikum, sedangkan dari catatan yang ada, keberadaan pura ini diperkirakan sudah ada sejak abad keempat," ungkapnya.
Jika fungsi pura Luhur Pekiyisan sebagai tempat pemelastian Ida Betara di Batukaru, keberadaan dua pura lainnya, yakni Pura Ratu Malen dan Pura pecalang juga cukup unik. Pasalnya kedua pura ini sering didatangi pemedek untuk tujuan tertentu.
Seperti pura Ratu Malen, diakui Kelihan Adat Banjar Babahan Tengah, Nyoman Sarkayasa, sering didatangi oleh pejabat baik dari tingkat Kabupaten bahkan hingga tingkat Pemerintahan Pusat yang berkantor di Jakarta untuk memohon kebijaksanaan.
"Untuk Pura Ratu Malen ini, dikenal sebagai tempat untuk memohon kebijaksanaan, karena perwujudan tokoh Malen itu sendiri adalah tokoh yang bijaksana, sehingga pada hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem kajeng Kliwon dan lain sebagainya pasti ada saja yang Tangkil ke pura ini, untuk memohon kebijaksanaan," jelasnya.
Selanjutnya adalah, Pura Pecalang, meski namanya adalah Pura Pecalang, namun pura ini diakui Sarkayasa sering dijadikan sebagai tempat memohon "Taksu Geginan" bagi sekaha pementasan tradisional di Bali, seperti sekaha arja, sekaha drama dan sekaha lainnya.
Dan tentunyanya untuk para pecalang, Pura ini juga sering dijadikan untuk memohon berkat kewibawaan. "Karena namanya adalah Pura Ratu Pecalang, maka yang sering datang adalah mereka yang ingin memohon berkat kewibawaan. Tidak hanya pecalang, tetapi juga para sekaha drama, sekaha arja dan lain sebagainya, mereka sering memohon Taksu Geginan di pura ini," tambahnya.
Pura ini, pada Hari Kuningan besok (12/8), menyelenggarakan karya Pemlaspasan lan Pecaruan. "Untuk rangkaian karyanya sudah dilaksanakan sejak seminggu lalu, dan besok (Jumat, 11/8) rangkaian upacaranya dimulai dengan pecaruan dan dilanjutkan dengan upacara Pemlaspasan, mulang pedagingan dan pujawali pada Sabtu (12/8)," tambahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4548 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2356 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2009 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1614 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1058 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun