Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Gerokgak Disiapkan Jadi Sentra Ketahanan Pangan Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sektor pertanian dan hortikultura sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kecamatan Gerokgak kini diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pangan di Kabupaten Buleleng.
Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, usai menghadiri kegiatan Dharma Santi bertema “Parasparam Bhawayantah Sreyah” di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu (9/5).
Menurut Sutjidra, Kecamatan Gerokgak memiliki potensi besar dari sisi luas lahan, sumber daya alam, hingga peluang pengembangan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, dan industri pangan.
“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujar Sutjidra.
Ia menjelaskan, Pemkab Buleleng telah melakukan pemetaan lahan potensial di sembilan kecamatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Setiap wilayah disiapkan berdasarkan karakteristik dan komoditas unggulannya masing-masing.
Dalam skema tersebut, Gerokgak menjadi salah satu kawasan utama pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, khususnya di wilayah Pejarakan dan sekitarnya.
Sutjidra mengungkapkan Kabupaten Buleleng menjadi satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang dipilih dalam program pengembangan ketahanan pangan nasional.
“Dari sekitar 540 kabupaten di Indonesia, hanya 13 kabupaten yang dipilih dan Kabupaten Buleleng menjadi salah satunya. Pengembangan difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah dan dua komoditas hortikultura. Untuk buah-buahan meliputi durian dan manggis, sedangkan komoditas hortikultura meliputi bawang merah dan sayuran hijau,” ungkapnya.
Dalam pengembangannya, durian direncanakan dikembangkan di Kecamatan Busungbiu dan Seririt. Sementara manggis akan dipusatkan di Kecamatan Gerokgak.
Untuk bawang merah, pengembangan diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan. Sedangkan sayuran hijau akan dikembangkan di wilayah dataran tinggi yang dinilai mendukung produktivitas pertanian.
Menurut Sutjidra, seluruh potensi tersebut telah dipetakan agar pengembangan komoditas dapat berjalan lebih fokus dan berkelanjutan hingga tahun 2029.
“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik. Termasuk juga kita akan memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani melalui program pusat yang kita terima,” papar Sutjidra.
Selain itu, Pemkab Buleleng juga membuka peluang pembangunan embung penampungan air guna memperkuat sistem pengairan pertanian di kawasan Gerokgak dan sekitarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli