Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Jembatan Rel Kereta di India Ambruk, 26 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 26 orang pekerja yang tengah membangun jembatan kereta api yang dibangun melintasi jurang di negara bagian Mizoram, India, tewas usai jembatan itu ambruk.
Kepala Menteri Mizoram, Zoramthanga, mengonfirmasi jumlah korban meninggal. Ia juga menyebut kemungkinan korban akan bertambah mengingat masih banyak orang yang dilaporkan hilang.
"Sedang dibangun rel kereta api di atas jembatan di Sairang dekat Aizawl, runtuh hari ini, pekerja tewas," cuit dia di X, yang dulu bernama Twitter, seperti dikutip AFP.
Dalam unggahan itu, Zoramthanga juga menyematkan video yang merekam detik-detik tiang jembatan roboh ke lembah.
https://www.dailymotion.com/embed/video/x8nivft?autoplay=1
Zoramthanga juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Saya sangat sedih dan terpukul dengan tragedi ini," lanjut dia.
Media lokal India melaporkan petugas kepolisian berhasil menemukan lebih dari 20 jenazah, dan "banyak orang" belum ditemukan.
Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan dukacita dia kepada kerabat korban.
Ia juga mengungkapkan operasi penyelamatan terus dilakukan.
"Operasi penyelamatan sedang berlangsung dan semua bantuan diberikan kepada mereka yang terdampak," kata Modi di X.
Pemerintah India akan memberikan bantuan US$2.400 atau sekitar Rp36 juta untuk kerabat yang ditinggalkan.
Insiden infrastruktur ambruk bukan kali pertama di India. Pada Juni lalu, jembatan di Bihar roboh untuk kedua kalinya dalam setahun.
Lalu pada Oktober 2022, sekitar 132 orang tewas imbas jembatan gantung di Gujarat ambruk.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun