Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Asyiknya Menyusuri Hutan Bakau di Ekowisata Batu Lumbang Denpasar dengan Perahu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali menawarkan berbagai suguhan objek wisata alam menarik yang layak dikunjungi saat berlibur di Bali. Salah satunya ekowisata mangrove Batu Lumbang, di daerah Desa Adat Pemogan, kota Denpasar.
Ekowisata mangrove Batu Lumbang ini menawarkan wisatawan dengan aktivitas menyusuri hutan mangrove seluas 7 hektar menggunakan kano hingga perahu boat.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Nelayan Segara Guna Batu Lumbang, I Wayan Kona Antara mengatakan para pengunjung disini akan dimanjakan dengan suguhan rimbunnya serta kokohnya akar akar pohon mangrove selama menyusuri hutan mangrove.
Bagi pengunjung yang tertarik mengunjungi serta menikmati sensasinya cukup merogoh kocek Rp30 ribu untuk biaya sewa satu kano saja.
Ekowisata mangrove ini dapat ditempuh kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam kondisi arus lalu lintas landai.
"Hingga saat ini kunjungan wisatawan beragam mulai lokal hingga mancanegara," jelasnya.
Selanjutnya salah satu pengunjung, Suito mengatakan, suasana sepanjang areal mangrove sangat sejuk dan nyaman sehingga, mampu memberi sensasi berbeda saat menyusurinya.
"Semakin tertarik untuk mengunjungi setiap ada waktu luang ke tempat ini,"tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2367 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2020 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1632 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1069 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun