Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Hati-hati, Akun WA Palsu Pakai Foto Profil Penjabat Gubernur Bali Minta Uang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sehubungan dengan beredarnya akun Whatsapp bodong menggunakan profil Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dengan modus meminta transfer uang, siapapun pihak yang dihubungi diimbau untuk tidak menanggapi telepon atau kiriman pesan dari orang yang mengaku Pj. Gubernur Bali tersebut.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Rabu (6/9) malam.
“Saya mendapat laporan ada akun Whatsapp menggunakan foto profil Bapak Pj Gubernur Bali dan meminta uang,” kata Dewa Indra.
Birokrat asal Desa Pemaron ini memastikan bahwa pesan yang dikirimkan oleh nomor telepon 082240078887 dengan menggunakan foto profil Pj Gubernur Bali saat dilantik di Jakarta kemarin itu adalah nomor palsu.
“Saya minta semua jajaran khususnya di Pemprov Bali untuk tidak menanggapi telepon atau WA dari nomor ini. Ini penipuan, jangan sampai ada yang kena tipu,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada pesan-pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
“Konfirmasi dahulu kepada Pemprov Bali, apalagi yang melibatkan permintaan transfer uang,” kata mantan Kalaksa BPBD Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun