Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Cerita Komisioner Bawaslu Tabanan Saat Pengumuman Lolos dan Dilantik Waktunya Mepet
Bakal Bentuk Posko Anti-Hoaks
BERITABALI.COM, TABANAN.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan telah ditetapkan dan ada satu komisioner yang berganti. Saat ini tiga komisioner Bawaslu Tabanan adalah I Ketut Narta (Ketua), I Made Winarya dan pendatang baru Ni Putu Ayu Winiarti.
Ketut Narta menyebutkan, untuk pengumuman lolos sebagai komisioner waktunya sangat mepet.
“Kami baru terima informasi pada 19 Agustus 2023 pagi. Saat itu langsung berangkat ke Jakarta untuk pelantikan bersama,” ujarnya Selasa, (12/9).
Narta menyebutkan, ia sempat memantau pengumuman komisioner Bawaslu se-Indonesia hingga Pukul 02.00 WITA pada Sabtu, (19/8). Tapi pengumuman untuk wilayah Tabanan belum muncul hingga ditinggal tidur. Pagi harinya, Narta mengungkapkan, ditelepon oleh koleganya dan diminta untuk bergegas ke Jakarta.
“Karena tidak dapat pesawat langsung ke Bandara Sekarno-Hatta, akhinya cari penerbangan ke Bandara Halim Perdana Kusuma,” ujarnya.
Narta yang sebelumnya juga menjabat sebagai komisioner KPU Tabanan selama dua periode mengatakan, proses seleksi penyelenggara Bawaslu kali ini sangat ketat. Karena hampir di semua wilayah terjadi perombakan komisioner. Bahkan ada yang semuanya baru.
“Kami pelantikan bersama 514 daerah se-Indonesia. Bersyukur saja, bisa tetap mengabdi di Bawaslu,” ujarnya.
Untuk program kerja, Ia berencana melakukan koordinasi dengan Panwascam se-Kabupaten Tabanan. Selain itu, Narta juga akan segera membentuk posko anti-hoaks menjelang penyelenggaraan Pemilu 2024.
“Saya pikir posko anti-hoaks yang melibatkan berbagai unsur sangat penting. Sehingga bisa segera mengklarifikasi isu atau informasi yang beredar,” ujarnya.
Baca juga:
Bawaslu Tabanan Lakukan Penjaringan Komisioner, Berharap Kuota Pelamar Perempuan Maksimal
Narta juga berharap, nantinya keamanan digital bisa diterapkan dan dibiasakan. Karena dirinya sempat menjadi korban di dunia maya karena fotonya dicatut pihak tidak bertangungjawab.
“Model-model seperti ini sangat bahaya apalagi di tahun-tahun politik,” terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 745 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik