Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Terungkap, Potensi Gas di Perairan Bali Utara Diprediksi 5 Triliun Kaki Kubik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Potensi sumber daya gas di perairan Bali Utara dinilai cukup besar yakni diperkirakan mencapai 4-5 triliun kaki kubik (Tcf).
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji usai acara Penghargaan Keselamatan Migas tahun 2023, Rabu (4/10/2023).
Ia mengatakan potensi gas yang berada di perairan utara bali digadang-gadang hampir sama dengan potensi yang ada di Blok North Ganal oleh Eni dan Blok Andaman II oleh Harbour Energy.
"Ya dugaan kita range (4-5 Tcf), kalau saya cenderung saat ini pakai kata cukup besar, karena kalau angka itu kan pasti. Kalau gak besar pasti ditinggal. Mereka di laut kalau gak besar ya ditinggal," ujar Tutuka .
Menurut Tutuka perkiraan potensi yang ada di perairan utara Bali tersebut berasal dari studi lama yang dikerjakan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMG) Lemigas dan perusahaan migas asal Inggris yakni BP.
"Itu sebenarnya sudah studi lama, join study sebelumnya dengan Lemigas juga terus sama BP. Kalau menurut kami potensinya ya harus dibor juga, kan sekarang model seismik harus dibor, tapi kalau secara ilmiah berpotensi untuk bisa ada jebakan lah. Potensinya juga tidak kecil," kata dia.
Sebagaimana diketahui, BP belum lama ini menandatangani dua kontrak kerja sama (PSC) Wilayah Kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) yakni Blok Agung I dan Blok Agung II.
Blok Agung I mencakup wilayah seluas 6.656 km2 laut dalam lepas pantai Bali dan Jawa Timur, sedangkan Blok Agung II berlokasi di laut dalam lepas pantai Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur meliputi wilayah seluas 7.970 km2.
Wilayah ini belum tereksplorasi namun mempunyai potensi sumber daya gas yang potensial, dan dekat dengan wilayah dengan permintaan gas yang meningkat.
Ketertarikan BP terhadap sektor hulu migas di Indonesia memang masih cukup besar. Pasalnya, di saat BP melepas beberapa proyek migasnya di beberapa negara lain, perusahaan masih tetap bertahan di Indonesia. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang