Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Seluruh RS dan Puskesmas di Bali Diminta Siap Siaga Virus Nipah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Semua rumah sakit dan puskesmas di Bali diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman Virus Nipah di tengah kunjungan wisatawan India yang cukup tinggi ke Pulau Dewata itu.
"Sesuai dengan arahan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), kita harus waspada terhadap ancaman Virus Nipah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom di Denpasar, Minggu, 8 Oktober 2023.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memeriksa setiap orang yang datang ke Bali, terutama dari negara yang endemik kasus Virus Nipah.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, sejak Januari hingga Agustus 2023 tercatat wisatawan dari India merupakan wisatawan mancanegara dengan kunjungan kedua terbanyak ke Bali dengan total 288.873 kunjungan.
"Di bandara sudah ada alat deteksi suhu. Kalau suhu tubuh wisatawan ada yang ditemukan di atas normal, maka akan ditindaklanjuti dengan wawancara," ujarnya.
Anom menambahkan kalau ditemukan mereka yang datang dari negara endemik Virus Nipah mengalami demam dan disertai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) harus dirujuk ke rumah sakit untuk dianalisa lebih lengkap.
"Khusus untuk virus Nipah ini sudah disiapkan tim dokter syaraf, dokter bedah dalam, dan sebagainya, karena virus ini kan yang diserang bagian otak," ucapnya.
Ia mengatakan saat ini memang Virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia dan pihaknya berharap jangan sampai masuk Indonesia, khususnya Bali.
"Tetapi kita harus waspada karena wisatawan India banyak yang ke Bali. Takutnya, karena masa inkubasi kan ada waktunya, jangan-jangan saat di bandara tidak demam," katanya.
Oleh karena itu, selain rumah sakit, pihaknya juga sudah mengirimkan surat untuk seluruh puskesmas dan klinik jika menemukan wisatawan dari daerah endemik Virus Nipah yang mengalami ISPA harus dirujuk ke rumah sakit.
"Kami juga harus lapor kepada Kemenkes jika sampai ditemukan kasus Virus Nipah, nanti akan ada tim Kemenkes akan mengecek ulang lagi cairan otak penderita," ujarnya.
Virus Nipah ini selain menular dari hewan (kelelawar dan babi) ke manusia juga menular dari manusia ke manusia. Cara penularan dapat melalui kontak dengan urine, air liur, spesimen atau makan yang terkontaminasi. (sumber: medcom.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3622 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1186 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1043 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1038 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun