Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
90 Hari Tak Hujan, Akhirnya Kota Gianyar Basah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Masyarakat kota Gianyar merasa sedikit lega. Setelah lebih dari 90 hari kepanasan, akhirnya pada Jumat (3/11) hujan turun di kota Gianyar.
Turunnya hujan dimulai pada subuh hingga pagi hari. Warga kota pun semringah menyambut turunnya hujan. Dari pantauan wartawan terhadap beberapa warga kecamatan Gianyar hujan turun hampir merata di kecamatan Gianyar dengan intensitas deras.
Yakni dari timur kota, dari Kelurahan Samplangan, Kelurahan Gianyar hingga perbatasan Bitra-Buruan, Blahbatuh.
"Lama tidak hujan, semestinya bulan ini hujan, astungkare turun," ujar salah satu warga Gianyar, Dewa Ngurah, warga Kelurahan Gianyar.
Warga lainnya, Made Bawa, mengaku sudah melihat mendung di malam hari. "Saya pas di pantai malam hari memancing, akhirnya, pagi hujan," ujar dia lega. Dengan turunnya hujan, udara di kota terasa lebih sejuk dibanding biasanya.
Hingga pagi menjelang siang, tumpukan mendung masih berada di langit Gianyar.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta mengimbau masyarakat tetap waspada. Dikatakan bahwa cuaca panas maupun hujan sama-sama memiliki potensi bencana.
Apabila kemarau panjang, maka potensinya kebakaran. Jika hujan terlampau lebat, maka potensi bencana adalah longsor. "Kewaspadaan baik hujan maupun kemarau sama. Masyarakat juga harus waspada," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3581 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1148 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1005 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 555 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 536 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun