Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Berkedok Jualan Asongan, 14 Gepeng asal Karangasem Kembali Terjaring Razia di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar bersama Pecalang Ubud menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan wisata Ubud, Minggu (5/7/2026) malam. Dalam operasi tersebut, sebanyak 14 orang berhasil diamankan karena kedapatan meminta-minta kepada wisatawan.
Mereka yang terjaring terdiri dari sembilan perempuan dan lima anak-anak yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Karangasem.
Penertiban dilakukan karena aktivitas meminta-minta di kawasan wisata dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat.
Kepala Satpol PP dan Damkar Gianyar, I Putu Yudanegara, mengatakan praktik mengemis di kawasan wisata Ubud masih terus berulang. Berdasarkan hasil penertiban, sebagian besar yang diamankan merupakan orang-orang yang sebelumnya juga pernah terjaring razia.
"Biasanya gepeng yang berhasil diciduk merupakan wajah-wajah lama yang sudah sering ditangkap petugas," kata Yudanegara, Senin (6/7/2026).
Setelah diamankan, seluruh gepeng langsung didata dan diberikan pembinaan oleh petugas. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3583 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1148 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1006 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 555 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 537 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun