Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Wisata Medis: KEK Sanur Dirancang Jadi Pusat Pengobatan Regeneratif dan Sel Punca
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang direncanakan sebagai pusat wisata medis di Indonesia juga akan dirancang sebagai pusat pengobatan regeneratif (anti-aging) dan stem cell atau sel punca.
Hal ini diungkapkan Prof. dr. Deby Vinski, M.Sc, Ph.D selaku Chairman International Health Conference (IHC) usai membuka konferensi yang pertama kali digelar itu di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (10/11/2023).
"Ini (KEK Sanur) kan ada rumah sakit, ada stem cell center, ada aesthetic center, wah ini belum dikenal kan ini sama yang lain ya, jadi ada semua di KEK Sanur sana," kata dia.
Sejatinya konferensi IHC tersebut akan diadakan di KEK Sanur, namun karena pengerjaannya belum selesai maka diadakan di hotel area Nusa Dua. Ia menargetkan pembukaan layanan stem cell tersebut agar segera terealisasi tahun 2024, namun tergantung pengerjaan dari kontraktor.
"Tergantung kontraktornya, harusnya tanggal ini sudah finish, tapi belum done," ujarnya.
Dengan dibukanya fasilitas stem cell dan anti aging di KEK Sanur ini, pihaknya berharap menjadi salah satu pendukung wisata medis di Indonesia sehingga potensi pendapatan Rp150 triliun itu tidak lari ke luar negeri. Terlebih dengan adanya dukungan regulasi UU Kesehatan baru yang mengakomodir tentang anti aging diharapkan menjadi daya dorong untuk pengembangan wisata medis.
International Health Conference
International Health Conference (IHC) resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (10/11/2023) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, Bali. Konferensi kesehatan internasional yang pertama kali ini dihadiri 30 hingga 40 delegasi dari 74 negara.
Konferensi yang berlangsung tiga hari ini mulai 10-12 November 2023 ini akan membahas era baru pengobatan regenerasi dan sel punca untuk wisata kesehatan.
"Nanti ada topik tentang cancer tentang ortopedic, bahkan workshop stem cell-nya itu udah penuh dari bulan September 2023,” ujar Prof Deby.
Konferensi ini juga diadakan berkat kerja sama Badan Pariwisata Bali (Bali Tourism Board/BTB) menggandeng Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (World Council for Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine/WOCPM) dan World Council of Stem Cell (WOCS).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 365 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 294 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan