Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lokasi KEK Keuangan di Bali Masih Dikaji, Tanjung Benoa Masuk Opsi

Selasa, 5 Mei 2026, 14:07 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Beritabali.com/Lokasi KEK Keuangan di Bali Masih Dikaji, Tanjung Benoa Masuk Opsi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pemerintah pusat masih mengkaji sejumlah lokasi strategis di Bali untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Indonesia untuk masuk dalam peta pusat finansial regional dan bersaing dengan negara lain di Asia.

Sejumlah kawasan di Bali masuk dalam radar evaluasi, termasuk KEK Sanur dan KEK Kura-Kura Bali yang telah lebih dulu berjalan. Selain itu, wilayah Bali bagian barat hingga kawasan lain juga ikut dipertimbangkan sebagai kandidat lokasi baru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa hingga kini pemerintah belum menetapkan pilihan akhir terkait lokasi KEK tersebut.

"Belum dipilih, kan ada beberapa KEK di sana yang sudah jalan, yaitu Sanur dan Kura-Kura. Kemudian kita juga lihat di wilayah Barat dan juga ada lokasi lain," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Senin (4/5).

Salah satu kawasan yang kini mulai mencuat adalah Tanjung Benoa. Lokasi ini dinilai memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat jasa keuangan baru, seiring meningkatnya kebutuhan financial hub di kawasan Asia.

Menurut Airlangga, peluang Indonesia untuk mengembangkan pusat keuangan semakin terbuka di tengah dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi Indonesia untuk tampil sebagai alternatif destinasi investasi finansial.

"Jadi kita melihat bahwa ke depan ini kan yang financial center itu ada peluang. Nah oleh karena itu kita mematangkan mengenai potensi lokasinya," katanya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian berbagai insentif guna menarik minat investor global. Salah satu opsi yang disiapkan adalah insentif perpajakan yang kompetitif.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa KEK keuangan di Bali tidak akan diarahkan menjadi tax haven, melainkan tetap berfokus pada investasi berkualitas yang memberikan dampak ekonomi nyata.

"Yang paling penting kan tujuannya adalah untuk menarik investasi. Investasi itu potensinya berbagai macam," Imbuhnya.

Saat ini, pusat keuangan di kawasan Asia masih didominasi oleh Singapura dan Hong Kong. Namun, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk masuk dalam persaingan tersebut dengan memanfaatkan peluang yang ada.

"Nah tentu kita juga punya potensi untuk menarik ke sana," kata Airlangga. (sumber: cnbcindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami