Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Penjelasan BBMKG Soal Bali Mulai Diguyur Hujan Namun Tidak Merata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski dengan durasi singkat, sebagian wilayah Bali sudah mulai diguyur hujan namun tidak merata.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya menjelaskan, bahwa untuk saat ini wilayah Bali mulai transisi masuk ke musim penghujan, karena sebagian wilayah Bali masih berada di musim kemarau.
"Sebagian itu, masih transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sebagian (wilayah) masih di musim kemarau," kata Wiryajaya, saat dihubungi, Senin (13/11).
Ia menerangkan, bahwa BMKG memang memprediksi hujan akan memulai mengguyur wilayah Bali bagian tengah, saat masuk dasarian kedua atau masuk 20 hari di Bulan November 2023.
Lalu, diikuti dengan wilayah lainnya dan paling terakhir yang akan diguyur hujan adalah wilayah Nusa Penida, di Kabupaten Klungkung, dan di Kecamatan Gerokgak, di Kabupaten Buleleng, Bali, itu masuk musim hujan diprediksi akhir Bulan Desember 2023.
"Karena prediksi BMKG dimulai dari Bali tengah itu dasarian ke dua sampai pertengahan November itu. Kemudian, diikuti lainnya dan paling terakhir Nusa Penida sama Buleleng bagian barat di Gerokgak itu dan itu Desember akhir," imbuhnya.
Ia menyebutkan, bahwa saat ini wilayah yang diguyur hujan adalah wilayah Bali bagian tengah, timur dan barat dan juga selatan tetapi tidak merata hanya beberapa wilayah. Karena, memang tanda memasuki transisi musim penghujan tidak semua wilayah diguyur hujan dan selain itu hujannya juga berdurasi pendek atau singkat.
"Sekarang saya lihat, Bali bagian tengah tapi tidak merata di Bali tengah, sudah ada Bali Barat dan Selatan juga sebagian dan timur juga sudah (diguyur hujan). Karena, masuk musim hujan tidak serta merta dia musim hujan, dia transisi," ujarnya.
"Masa transisi musim itu ditandai dengan curah hujan berdurasi singkat dan waktunya pendek. Hujan sebentar dan sporadis, artinya sebentar hujan sebentar tidak. Tapi nanti kalau dia di musim hujan, hujannya akan durasi lama dan (merata) di seluruh kawasan. Untuk, intensitas hujan berbeda, tergantung daerah masing-masing," jelasnya.
Kemudian, untuk transisi hujan biasanya curah hujan mencapai 50 milimeter atau mm dalam waktu satu dasarian atau 10 hari. Kemudian, dasarian berikutnya sudah mulai masuk musim hujan.
"Transisi hujan, sampai curah hujan mencapai 50 milimeter dalam satu dasarian. Dan dasarian berikutnya sudah masuk musim hujan. Kalau sudah masuk itu, itu sudah masuk hujan hujan," sebutnya.
Ia memprediksi, untuk Bali bagian tengah akan masuk musim hujan di dasarian kedua dan untuk wilayah berikutnya di Bali akan masuk musim penghujan di akhir Bulan Desember 2023 dan seluruh wilayah Bali diguyur hujan merata. Kemudian, untuk puncak musim penghujan di Bulan Januari 2024.
"Yang terakhir masuk musim hujan itu pada akhir Desember 2023, semua (wilayah) masuk musim hujan. Puncak musim hujan itu sebagai besar wilayah Bali Januari di tahun 2024, itu 95 persen wilayah Bali akan memasuki musim hujan pada Bulan Januari, dan sisanya lima persen di Bulan Februari 2024," ujarnya. (sumber: kumparan)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 217 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 158 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang