Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Lima Petugas Imigrasi Ngurah Rai Kena OTT, Diduga Terima Suap untuk Jalur Cepat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Saat pihak Imigrasi gencar mengeskpos pendeportasian Warga Negara Asing atau WNA, justru lima oknum anggotanya Imigrasi di Bandara Ngurah Rai di Tuban, Badung ditangkap pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Bali.
Kelima oknum ini Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut dilakukan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Informasinya, penangkapan oleh pihak Kejati Bali itu berlangsung pada Selasa, 14 November 2023 sekitar Pukul 22.00 WITA.
Hal itu dibenarkan pihak Kejati Bali, Rabu (15/11) melalui keterangan resminya yang disampaikan Adpidsus Kejati Bali, Deddy Kurniawan. Kata dia, kelima oknum imigrasi itu tertangkap tangan saat bertugas di bagian Fast track atau jalur cepat dalam pemeriksaan imigrasi di bandar udara.
Jalur tersebut selalu diasosiasikan dengan pejabat VVIP, diplomat, crew maskapai, penumpang first class, atau orang-orang khusus lainnya. Sedangkan, masyarakat umum menggunakan jalur biasa dan mengantre sesuai barisan.
"Jadi, mereka berlima bertugas di kedatangan internasional," sebut Deddy.
Lima oknum imigrasi itu ditangkap karena diduga menyalahgunakan fasilitas fast track untuk mendapatkan sejumlah uang. Modusnya, sebut Deddy, ketika ada wisatawan asing yang datang ke Bali saat itu penjemput atau penyedia akomodasi menyetorkan sejumlah uang kepada oknum dimaksud.
"Dengan uang pelicin tersebut dimaksudkan agar wisatawan yang datang tidak perlu mengantre seperti layaknya masyarakat biasa," jelasnya.
Saat ini, kata Deddy, kelima oknum tersebut masih menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Tinggi Bali, Renon, Denpasar. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, petugas mengamankan sejumlah uang sebagai barang bukti (BB).
Pengakuan sementara dari oknum Imigrasi ini bahwa untuk satu orang saja yang menggunakan jasa jalur cepat ini Rp100 - 200 ribu. Umumnya masing-masing oknum ditafsir bisa mendapatkan 3-5 orang wisatawan asing setiap harinya.
Uang tersebut diduga merupakan uang suap atau pelicin dari penjemput tamu yang diberikan agar oknum bersangkutan memberikan fasilitas fast track kepada penumpang umum yang mereka jemput.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun