Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
PHDI Denpasar akan Gelar Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal
beritabali/ist/PHDI Denpasar akan Gelar Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka persiapan upacara sakral Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal, Panitia Hari Dharma Hindhu Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menggelar rapat teknis, Minggu (19/11/2023).
Adapun upacara tersebut rencananya akan diselenggarakan di Pura Lokananta Denpasar pada tanggal 25 November 2023. Untuk saat ini, sebanyak 416 orang telah mendaftar dan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat Hindhu di Kota Denpasar dan sekitarnya.
"Para peserta diharapkan mengenakan busana sembahyang berupa pakaian putih kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Segala hal teknis terkait acara dapat disampaikan langsung kepada sekretariat panitia. Ini termasuk pertanyaan tentang prosedur, tata tertib, dan persiapan lainnya," ungkap Sekretaris PHDI Kota Denpasar I Putu Ari Tama dalam keterangan resminya.
Upacara akan dipuput oleh tujuh pinandita yang berasal dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Keberadaan mereka akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini.
Sedangkan untuk dana untuk pelaksanaan acara berasal dari punia peserta dan sumbangan dari para donatur yang peduli terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan ini.
Panitia mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan acara ini.
"Semua informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi sekretariat panitia. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan dalam menjalankan ibadah dan tradisi keagamaan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun