Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Ledakan Mobil di Perbatasan AS-Kanada, FBI Pantau Ketat Pintu Masuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah mobil meledak di Jembatan Rainbow yang merupakan perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. Mobil yang dilaporkan dikendarai dua pria tersebut meledak pada Rabu waktu setempat (22/11).
Mengutip CNN, mobil yang meledak tersebut mulanya melaju dari Amerika Serikat menuju Kanada. Ketika melewati Jembatan Rainbow yang merupakan pintu masuk ke New York, mobil meledak.
FBI langsung turun tangan mengusut. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga penegak hukum setempat untuk mendalami peristiwa ledakan mobil tersebut.
Sejauh ini belum diketahui penyebab dari ledakan. Dua pria yang berada di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia.
Pendalaman masih terus dilakukan oleh aparat. Semua orang yang berada di lokasi saat ledakan terjadi pun dimintai keterangan.
Satuan tugas terorisme FBI bersama pemerintah Kota New York juga berkoordinasi secara intensif untuk memantau semua pintu masuk menuju New York usai terjadi ledakan mobil.
Semua kantor pemerintah dan lembaga negara milik AS maupun Kanada di sekitar lokasi juga langsung ditutup. Aktivitas dihentikan selama aparat melakukan pendalaman.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sudah mengetahui hal tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah Kanada menganggap kondisinya sangat serius.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3411 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1105 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 511 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 481 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun