Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Brigade Al Qassam Hamas Klaim Sniper Bunuh 4 Tentara Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penembak runduk atau sniper dari pasukan sayap Hamas, Brigade Al Qassam, mengklaim membunuh empat tentara Israel di Kota Gaza.
Dalam pesan di Telegram pada Kamis (14/12), Brigade Al Qassam juga menyatakan mereka menargetkan tiga kendaraan pasukan Israel menggunakan senjata anti-tank Yasin-105 di Shujaiya.
"[Kami] berhasil menembak empat tentara Zionis di barat laut Kota Gaza dan menargetkan tiga kendaraan Israel," demikian dikutip Anadolu Agency.
Di hari yang sama, mereka juga menargetkan empat kendaraan lapis baja dan dua tank Israel di Khan Younis.
Sebelumnya, Hamas juga membantai delapan prajurit unit pasukan khusus Israel, Brigade Golani pada awal pekan ini.
Komandan Batalyon ke-13 Brigade Golani, Letnan Kolonel Tomer Grinberg (35), turut tewas dalam serangan Hamas
Prajurit lain yang tewas yakni komandan kompi di Batalyon ke-13 Mayor Roei Meldasi (23), komandan kompi Batalyon ke-51 Mayor Moshe Avram On (23), prajurit di Batalyon ke-51 Sersan Achia Daskal (19), dan komandan peleton Batalyon 51 Kapten Liel Hayo (22).
Sejauh ini jumlah tentara Israel yang tewas di Gaza sebanyak 116 orang, sementara yang luka 445 jiwa.
Serangan Hamas ke Israel terjadi saat pasukan Zionis melancarkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober.
Selama agresi, Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit, sekolah, hingga kamp pengungsian.
Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir pada 30 November.
Usai kesepakatan damai berakhir, Israel kembali menyerang Gaza besar-besaran. Pemerintahan Benjamin Netanyahu mengklaim mereka tak akan berhenti perang sampai Hamas musnah.
Imbas serangan Israel, nyaris 19.000 jiwa di Palestina mayoritas anak-anak dan perempuan tewas.
Warga Gaza juga menghadapi ancaman penyakit menular dan krisis pangan karena pembatasan bantuan kemanusiaan. Selain itu, banyak warga mengeluh bantuan tak cukup bagi mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5535 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan