Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
IRT Hingga Mahasiswa Jadi Pekerja Lipat Surat Suara di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kalangan ibu rumah tangga, mahasiswa hingga buruh serabutan terlibat menjadi tenaga pelipatan surat suara yang mulai dilaksanakan oleh KPU Karangasem hari ini, Rabu (3/1/2024) bertempat di GOR Gunung Agung, Amlapura.
Berdasarkan pantauan di lokasi pelipatan surat suara terlihat para pekerja yang di hari pertama ini didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Karangasem.
Seperti Ni Wayan Sukri misalnya, salah satu tenaga pelipatan surat suara ini mengaku berasal dari wilayah Kecamatan Selat, Karangasem. Wanita yang berprofesi sebagai penganyam ate ini mengaku baru pertama kali ikut bekerja melipat surat suara, namu demikian ia sudah terlihat cukup cekatan dalam melipat.
"Saya ibu rumah tangga, keseharian saya ngulat ate (Nganyam Ate), ini diajak oleh temen untuk lipat surat, baru pertama kali ikut," ujarnya.
Berbeda dengan Ni Made Sarini, ibu rumah tangga asal Susuan, Karangasem ini mengaku sudah beberapa kali ikut bekerja melipat surat suara sejak pemilu sebelumya. Dengan pengalamannya itu, dalam sehari Sarini mengaku mampu melipat hingga seribu lembar kertas suara.
"Sebelumnya sudah pernah ikut, ya sehari bisa dapet melipat seribu lembaran lah," kata Sarini.
Sementara itu, Ketua KPU Karangasem, I Putu Dharma Budiasa ditemui wartawan mengatakan, pada hari pertama pelipatan kertas suara difokuskan untuk melipat surat suara Pilpres dengan jumlah tenaga sekitar 199 orang.
"Jumlah tenaga sekitar 199 orang dari berbagai wilayah di Karangasem, kemungkinan hari ini bisa selesai untuk pelipatan surat suara Pilpresnya," kata Budiasa.
Rencananya, proses pelipatan akan berlagsung hingga 10 hari kedepan, selain Pilpres, pelipatan surat suara lainnya seperti DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR-RI dan DPD juga akan dilaksanakan pada hari-hari berikutnya.
Untuk diketahui, para pekerja pelipat surat suara ini diberikan upah dengan sistem borongan dihitung per satu lipatan surat suara. Khusus untuk Pilpres, para pekerja dibayar Rp.90 untuk satu pelipatan. Sedangkan untuk surat suara DPRD upahnya sedikit lebih mahal yaitu Rp180 per surat suara yang berhasil dilipat.
"Kita juga berencana menambah tenaga melipat suara, target kita jumlah pekerjanya hingga 300 orang sehingga proses pelipatan bisa cepat diselesaikan," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8358 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5782 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3618 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2448 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar