Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Diskominfo Jembrana Pelototi Potensi Hoaks Lewat Akun Palsu di Medsos
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dalam menghadapi Pemilu 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika Jembrana secara intensif memantau dunia maya.
Kepala Dinas, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, menyoroti potensi penyebaran informasi bohong melalui akun palsu di berbagai platform media sosial.
"Perkembangan teknologi rawan disalahgunakan, termasuk oleh akun palsu yang dibuat untuk menyebarkan hoaks," ungkapnya.
Dalam upaya membedakan akun asli dan palsu, pihaknya fokus pada identitas pengguna, di mana akun asli cenderung menggunakan nama asli, alamat, dan kontak yang valid.
Sebaliknya, akun palsu memiliki perbedaan antara nama akun dan identitas pengguna, diciptakan dengan tujuan menyesatkan dan menyebarkan hoaks.
Akun palsu menjadi perhatian khusus, terutama karena potensi penyebaran hoaks yang dapat memicu gangguan Kamtibmas, terutama pada periode pemilu. Dinas Komunikasi dan Informatika Jembrana telah bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan BSSN, serta kepolisian, untuk memantau dunia maya.
Mereka juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap akun palsu, mengingatkan agar setiap informasi yang tersebar di media sosial, terutama dari akun palsu, harus diperiksa kebenarannya sebelum dipercayai.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1346 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 931 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun