Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
ABK di Benoa Larikan Uang Kasbon Rp25 Juta, Dihabiskan untuk Foya-foya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial BSL (27) melarikan uang kasbon sebesar Rp 25 juta. Namun saat korban lengah, pelaku kabur. Ia ditangkap Polsek Kawasan Benoa dan dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan uang.
Menurut Keterangan dari Kapolsek Benoa Kompol I Wayan Sueca S.Pd., pelaku BSL saat ini sedang menjalani proses hukum setelah dilaporkan oleh korbannya, berinisial Iyan. Korban merupakan pengurus kapal ikan di salah satu perusahaan perikanan di Pelabuhan Benoa.
Baca juga:
ABK Ditemukan Tewas di Kos Serangan Denpasar
"Kasus penggelapan ini dilaporkanya pada Senin 22 Januari 2024," ungkapnya.
Kejadian berawal saat korban bertemu pelaku di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa pada 21 Januari 2024. Korban mengajak pelaku untuk bekerja sebagai ABK kapal ikan.
Beberapa saat kemudian, antara korban dan pelaku terjadi kesepakatan pinjaman uang kas bon. Korban lalu memberikan uang Rp 25 juta ke pelaku dan dengan alasan akan membeli keperluan selama melaut.
"Tersangka meminjam kasbon kepada korban sebanyak Rp25 juta untuk dibagikan ke ABK lainnya," beber Kapolsek.
Usai mendapatkan uang tersebut, pelaku pergi keluar dengan alasan ada keperluan. Namun, ia pergi dan tidak pernah kembali lagi ke kapal tersebut.
Usai korban melapor, Unit Reskrim Polsek Kawasan Benoa langsung bergerak cepat menyelidiki dan mencari pelaku. Keesokan harinya, pelaku ditangkap di sebuah tempat wisata air di wilayah Kedonganan, Kuta, pada 23 Januari 2024.
Dari pengakuan tersangka, uang hasil penggelapan dihabiskan untuk berfoya-foya dan membeli kebutuhan sehari-hari. Kini, pelaku sudah ditahan dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun