Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Pemkot Denpasar Jadi Objek Studi Komparasi Pemkab Solok Selatan
Belajar Pengelolaan Sinergitas Pemerintahan dan Masyarakat Adat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melakukan studi komparasi ke Pemerintah Kota Denpasar, guna mempelajari pengelolaan sinergitas lembaga dan masyarakat adat, serta langkah yang ditempuh untuk mengkolaborasikannya dengan pola pemerintahan di daerah.
Rombongan Pemkab Solok Selatan sendiri dipimpin oleh Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, dan diterima langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di kantor Walikota Denpasar, pada Jumat (15/3).
Tampak hadir juga pada pertemuan itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, pimpinan OPD dari kedua pihak, serta anggota rombongan lainnya.
Seperti dijelaskan di awal, Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, dalam kesempatan itu, mengemukakan adapun maksud dan tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk mempelajari, bagaimana Pemkot Denpasar dapat mengelola kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan dengan lembaga dan tokoh adat.
"Perlu diketahui, di kabupaten Solok Selatan, saat ini terdapat 7 kecamatan, dan 39 nagari (setingkat desa), yang di dalamnya juga terdapat unsur lembaga dan masyarakat adat. Di wilayah kami terdapat Karapatan Adat Nagari (KAN), yang berperan dalam menjaga kelestarian adat istiadat dan budaya daerah, serta mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah arus teknologi yang semakin pesat. Maka melalui kunker ini, kami berharap dapat mempelajari bagaimana Pemkot Denpasar mengelola kolaborasi ini," ungkap Bupati Solok Selatan, H. Khairunas.
Menanggapi hal ini, Wawali Arya Wibawa menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja dari Pemkab Solok Selatan ini. Secara umum, Arya Wibawa menjelaskan, peran lembaga dan masyarakat adat di Kota Denpasar amat penting, di samping dalam hal pelestarian adat dan budaya, juga dalam menyokong program yang diadakan pemerintah.
"Secara umum, intervensi yang kami lakukan ke garis masyarakat adat adalah intervensi pembiayaan, baik dalam pendanaan kegiatan adat dan budaya, hingga yang terbaru adalah penyediaan fasilitas BPJS bagi Klian Banjar Adat, yang kami wujudkan pada akhir tahun 2023 lalu," tuturnya.
Selebihnya, Arya Wibawa juga berharap, paparan yang disampaikan pada pertemuan ini akan dapat memberikan referensi bagi Pemkab Solok Selatan dalam upaya melestarikan adat dan budaya sebagai salah satu komponen dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun