Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban Teror Molotov di Pererenan Sempat Terima Tagihan Utang Rp750 Juta

Rabu, 23 September 2026, 18:11 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Korban Teror Molotov di Pererenan Sempat Terima Tagihan Utang Rp750 Juta.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Keterangan baru muncul setelah aksi pelemparan benda menyerupai bom molotov terjadi di sebuah rumah di Jalan Dalem Gede, Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (14/9/2026) dini hari.

Korban berinisial IMDA (41) mengaku sebelumnya menerima surat yang berisi penagihan utang senilai Rp750 juta atas nama Harsa Construction. Surat tersebut juga disebut memuat ancaman serta larangan melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.

Sementara itu, polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan surat penagihan tersebut dengan aksi pelemparan benda menyerupai bom molotov.

Peristiwa pelemparan tersebut menyebabkan sebuah ruangan berukuran sekitar 2 x 2 meter terbakar. Ruangan tersebut bukan kantor resmi, melainkan tempat bersantai ketika teman korban datang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua orang yang diduga sebagai pelaku terekam kamera CCTV dan kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor polisi.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengatakan kejadian pertama kali diketahui seorang saksi berinisial IPSY (44), yang merupakan tetangga korban.

Saksi yang sedang tertidur mendengar suara dentuman keras sekitar pukul 04.30 Wita. Setelah melihat ke luar melalui jendela, saksi mendapati kobaran api dari rumah milik IMDA.

Korban juga mendengar suara dentuman tersebut sekitar pukul 04.48 Wita ketika sedang menonton televisi.

"Setelah melihat ke depan, korban mendapati rumahnya di sebelah terbakar,” beber Ipda Yuni, Rabu 23 September 2026.

Korban kemudian mengecek rekaman CCTV dan melihat dua orang berada di depan rumahnya. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat dan kepolisian.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pelemparan. Di antaranya sumbu dari kain lap, pecahan botol minuman beralkohol merek Draf serta tanah yang diduga terkena tumpahan BBM jenis Pertalite.

“Hasil identifikasi, ditemukan pecahan kaca botol minuman beralkohol merek Draf dan sumbu pada bagian tutup botol. CCTV di lokasi mengalami terbakar ringan, begitu juga kaca depan office,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, ruangan berukuran sekitar 2 x 2 meter terbakar. Tanaman hias, kaca dan CCTV juga mengalami kerusakan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Mengwi kemudian menelusuri rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi. Dari empat titik kamera pengawas yang ditemukan, hanya dua CCTV yang masih aktif.

Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang datang dari arah selatan. Keduanya mengenakan pakaian serba hitam, mulai dari jaket, masker hingga helm.

"Setelah melempar benda menyerupai bom molotov, keduanya meninggalkan lokasi menuju arah selatan,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap rekaman CCTV lainnya menunjukkan kedua orang tersebut mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi ke arah selatan. Kendaraan tersebut tidak menggunakan pelat nomor polisi.

Sementara berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian dirinya menerima surat penagihan utang senilai Rp750 juta atas nama Harsa Construction. Surat tersebut disebut juga memuat ancaman dan larangan melapor kepada kepolisian.

Ipda Yuni mengatakan motif serta identitas dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut masih dalam penyelidikan.

"Terkait surat penagihan tersebut dengan aksi pelemparan benda menyerupai bom molotov juga masih didalami penyidik. Unit Reskrim Polsek Mengwi masih menyelidiki," bebernya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami