Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Gempa Susulan M 4,5 Guncang Tuban
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa susulan magnitudo 4,5 terjadi di Bawean, Laut Jawa, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (24/3) pukul 6.14 WIB.
Gempa susulan tersebut berlokasi di yakni 5,8 Lintang Selatan dan 112,34 Bujur Timur dan 126 kilometer timur laut Tuban.
Lokasi tersebut tak jauh dari episentrum lokasi gempa 6,5 yang terjadi pada 22 Maret, 5,76 Lintang Selatan dan 112,33 Bujur Timur dan 130 kilometer timur laut Tuban.
"(UPDATE) Mag:4.5, 24-Mar-24 06:14:58 WIB, Lok:5.80 LS, 112.34 BT (Pusat gempa berada di laut 126 km Timur Laut Tuban), Kedalaman:2 Km Dirasakan (MMI) III-IV Bawean," tulis peringatan BMKG di media sosial, Minggu (24/3).
Kawasan Tuban dan Bawean masih didera gempa susulan semenjak gempa 22 Maret yang menyebabkan ribuan rumah rusak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 143 Kepala Keluarga (KK) terdampak gempa yang mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3).
Jumlah tersebut berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Sabtu (23/3) pukul 00.20 WIB.
"Rincian kepala keluarga terdampak ialah Kabupaten Tuban 10 kepala keluarga, Kabupaten Gresik 130 kepala keluarga, Kabupaten Pamekasan satu kepala keluarga dan Kota Surabaya dua kepala keluarga," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (23/3).
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengaku kaget dengan dua gempa signifikan yang menjadi bagian dari rentetan gempa di Laut Jawa, Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/3).
BMKG mencatat dua gempa signifikan dari total 167 gempa yang tercatat hingga Sabtu (23/3) pukul 12.00 WIB.
Pertama, terjadi pukul 11.22 WIB dengan magnitudo 5,9 yang berjarak 37 kilometer arah Barat pulau Bawean. Kedua, terjadi pukul 15.52 WIB dengan magnitudo 6,5 yang berjarak 35 kilometer arah Barat Pulau Bawean.
Daryono menyebut keduanya berada pada kedalaman yang berbeda, dengan pertama terjadi di kedalaman 10 kilometer, sedangkan yang kedua 12 kilometer.
"Jadi, kalau kita melihat apa yang terjadi di Bawean kami juga surprise," ujar Daryono dalam jumpa pers daring, Jumat (22/3).
Dia lantas mengatakan dua gempa tersebut adalah kejadian luar biasa dikarenakan gempa terjadi di kawasan dengan kondisi sesar yang belum terpetakan oleh pihaknya.
Hal ini berbeda dari gempa-gempa yang terjadi di sesar, Cimandiri atau Lembang.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan gempa utama terjadi pada batuan paling lemah.
Kemudian, deformasi terjadi dan meningkatkan tekanan pada bidang lain yang memicu deformasi makin banyak bidang, yang akhirnya membangkitkan gempa lebih besar.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan